SULTRA - Malam Minggu di Selat Buton berubah mencekam ketika KM Tilongkabila, kapal penumpang yang melayani rute Baubau – Raha, diduga menabrak karang. Kejadian itu berlangsung Minggu (27/7/2025) sekitar pukul 23.00 Wita dan sempat membuat kepanikan di antara penumpang.
DA, salah satu penumpang yang berada di atas kapal, mengaku sempat kaget dengan benturan yang tiba-tiba terasa cukup kuat. Sesaat setelah benturan terjadi, para penumpang langsung berhamburan menuju geladak atas untuk mengetahui situasi. Beberapa sempat tertahan karena arus pergerakan massa yang mendadak, namun tak lama kemudian kapal perlahan berhasil bergeser dari lokasi tempatnya kandas.
Baca juga: Baubau Sambut Kapal Pesiar Internasional, Sultra Siap Jadi Pusat Wisata Cruise Indonesia Timur
Ketegangan belum usai. Kekhawatiran terbesar para penumpang adalah kemungkinan terjadinya kebocoran pada lambung kapal. Tidak ingin mengambil risiko lebih jauh, awak kapal segera mengumumkan keputusan untuk kembali ke Pelabuhan Murhum di Baubau.
“Jadi tadi malam setelah kejadian, kapal langsung kembali ke pelabuhan,” ujar DA.
Baca juga: Rumah & Mobil Ludes Terbakar Saat Ditinggal ke Kebun, Pemda Koltim Gerak Cepat Bantu Korban
Meski kapal berhasil kembali dengan selamat, trauma masih membekas. Sejumlah penumpang yang semula hendak melanjutkan perjalanan ke Raha memilih turun dan membatalkan keberangkatan mereka. Rasa takut dan waswas masih menyelimuti. Hingga hari ini, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Baubau terkait penyebab insiden dan kondisi kapal pascakejadian.
Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran harus tetap menjadi prioritas, bukan sekadar rutinitas. Insiden seperti ini seharusnya menjadi momentum evaluasi, bukan hanya soal teknis navigasi, tapi juga komunikasi dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara