SULTRA - Aktivitas trekking semakin diminati karena tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memberikan kesempatan melepas penat dari rutinitas perkotaan. Kendari dan wilayah sekitarnya memiliki sejumlah lokasi yang dapat ditempuh dalam waktu singkat dengan karakter jalur yang beragam.
Rekomendasi Tempat Trekking Paling Populer di Kendari
1. Air Terjun Moramo
Air Terjun Moramo di Kabupaten Konawe Selatan menjadi salah satu destinasi trekking paling populer di sekitar Kendari. Untuk mencapai air terjun utama, pengunjung harus berjalan kaki menyusuri jalur yang dikelilingi pepohonan rindang.
Perjalanan terasa menyenangkan karena jalurnya relatif landai dan cocok bagi pemula. Sesampainya di lokasi, pengunjung disuguhi air terjun bertingkat yang menjadi ikon wisata alam Sulawesi Tenggara.
Baca juga: Tak Hanya Pantai, Ini Deretan Gunung di Kendari yang Cocok untuk Pendaki Pemula hingga Berpengalaman
2. Kebun Raya Kendari
Kebun Raya Kendari bukan hanya tempat edukasi tanaman, tetapi juga menawarkan jalur pedestrian yang nyaman untuk trekking ringan.
Lintasan yang membelah kawasan hutan koleksi memungkinkan pengunjung menikmati udara segar sambil mengamati beragam jenis flora khas Sulawesi.
3. Gunung Nipa-Nipa
Kawasan Gunung Nipa-Nipa menjadi favorit komunitas pecinta alam di Kendari. Jalur trekking melewati kawasan hutan lindung dengan suasana yang masih asri.
Dari beberapa titik, pengunjung dapat menikmati panorama Teluk Kendari dan hamparan pepohonan hijau yang membentang luas.
4. Tahura Nipa-Nipa
Taman Hutan Raya (Tahura) Nipa-Nipa memiliki beberapa jalur yang sering dimanfaatkan untuk trekking, pengamatan burung, hingga fotografi alam.
Vegetasi yang lebat menjadikan kawasan ini terasa sejuk meski dikunjungi pada pagi hingga siang hari.
5. Puncak Amarilis
Puncak Amarilis menjadi salah satu lokasi favorit untuk menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam.
Jalur menuju puncak cukup singkat dengan tingkat kesulitan ringan hingga sedang sehingga banyak dipilih oleh pendaki pemula maupun komunitas olahraga.
Info Rute Perjalanan dan Tingkat Kesulitan Jalur
Setiap lokasi memiliki karakter medan yang berbeda sehingga pengunjung dapat memilih sesuai kemampuan.
Air Terjun Moramo dapat ditempuh dari Kota Kendari sekitar 1,5 hingga 2 jam menggunakan kendaraan menuju kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Setelah tiba di area parkir, pengunjung masih harus berjalan kaki sekitar 20 hingga 40 menit melewati jalur setapak yang relatif mudah dengan pemandangan hutan tropis.
Kebun Raya Kendari merupakan pilihan paling ramah bagi pemula. Lokasinya berada di dalam Kota Kendari dan memiliki jalur pedestrian yang tertata sehingga pengunjung dapat berjalan santai tanpa menghadapi tanjakan yang curam. Aktivitas trekking di kawasan ini lebih cocok untuk olahraga ringan maupun menikmati suasana alam.
Gunung Nipa-Nipa menawarkan jalur dengan tingkat kesulitan sedang. Perjalanan menuju beberapa titik pandang umumnya memerlukan waktu sekitar satu hingga dua jam, tergantung kecepatan berjalan dan titik tujuan. Jalurnya didominasi tanjakan, akar pohon, serta tanah berbatu sehingga pengunjung disarankan menggunakan sepatu trekking yang nyaman.
Tahura Nipa-Nipa memiliki lintasan yang bervariasi, mulai dari jalur ringan hingga jalur dengan elevasi sedang. Trekking di kawasan ini biasanya berlangsung sekitar satu hingga dua jam sambil menikmati hutan lindung dan beragam flora khas Sulawesi.
Sementara itu, Puncak Amarilis menjadi destinasi favorit bagi pencinta matahari terbit dan matahari terbenam. Jalurnya relatif singkat dengan waktu tempuh sekitar 30 hingga 60 menit.
Harga Tiket Masuk, Jam Operasional, dan Fasilitas Umum
Biaya masuk berbeda-beda tergantung pengelola kawasan wisata. Secara umum, pengunjung dapat menemukan fasilitas seperti:
- Area parkir.
- Musala.
- Toilet.
- Gazebo atau tempat istirahat.
- Warung makan di beberapa lokasi.
- Jalur pejalan kaki.
Bagi kawasan konservasi seperti Tahura maupun Kebun Raya, pengunjung disarankan mengikuti jam operasional yang telah ditetapkan pengelola agar aktivitas trekking tetap aman.
Tips Aman Trekking bagi Pemula Agar Terhindar dari Cedera
Meski sebagian besar jalur tergolong ramah bagi pemula, persiapan tetap menjadi hal penting sebelum memulai perjalanan.
- Gunakan sepatu khusus trekking atau sepatu olahraga dengan daya cengkeram yang baik.
- Bawa air minum yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
- Kenakan pakaian yang nyaman dan mudah menyerap keringat.
- Hindari trekking saat hujan deras karena jalur dapat menjadi licin.
- Jangan membuang sampah sembarangan selama berada di kawasan wisata.
- Datang bersama teman atau rombongan, terutama jika baru pertama kali mengunjungi lokasi.
Selain menjaga keselamatan diri, pengunjung juga diharapkan ikut menjaga kelestarian alam dengan tidak merusak vegetasi maupun meninggalkan sampah di sepanjang jalur trekking.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis