Selasa, 02 JUNI 2026 • 17:17 WIB

Masih Ada yang Bertahan, Ini Tempat Mencari Buku Lawas dan Buku Bekas di Kendari

Author

Ilustrasi toko buku. (Freepik) (Mufida)

SULTRA - Toko buku bekas di Kendari memang tidak lagi sebanyak beberapa tahun lalu. Sebagian besar toko buku yang masih beroperasi kini berfokus menjual buku baru, alat tulis, dan perlengkapan sekolah. Meski demikian, masyarakat masih bisa menemukan beberapa toko buku lawas yang menyimpan koleksi buku-buku lama, referensi kuliah, novel klasik, hingga literatur yang sudah sulit ditemukan di toko buku modern seperti Gramedia. Bagi mahasiswa, guru, peneliti, maupun kolektor, tempat-tempat ini masih menjadi tujuan menarik untuk berburu bacaan dengan harga yang relatif terjangkau.

Di era digital seperti sekarang, kebiasaan membaca telah mengalami banyak perubahan. Kehadiran marketplace dan buku elektronik membuat permintaan terhadap buku bekas menurun. Akibatnya, tidak sedikit lapak buku yang dulu ramai kini sudah tutup atau beralih usaha.

Baca juga: Tak Cuma Tambah Ilmu, Ini 6 Manfaat Membaca Buku Bagi Kesehatan Otak

Toko Buku Bekas di Kendari Tidak Lagi Sebanyak Dulu

Jika dibandingkan dengan kota-kota besar seperti Yogyakarta, Bandung, atau Makassar, Kendari memang tidak memiliki kawasan khusus yang dikenal sebagai sentra buku bekas.

Pada masa lalu, masyarakat masih cukup mudah menemukan buku-buku bekas pelajaran maupun novel di beberapa kios kecil dan pertokoan lama. Namun seiring perkembangan zaman, jumlah penjual buku bekas terus berkurang. Saat ini, pencarian buku lawas lebih banyak dilakukan melalui toko buku lama yang masih bertahan atau melalui jaringan komunitas pembaca dan mahasiswa.

Baca juga: Libur Sekolah Hampir Usai! Ini Rekomendasi Toko Buku dan Peralatan Sekolah di Kendari

Toko Buku Fajar, Salah Satu Toko Buku Lawas yang Masih Bertahan

Salah satu nama yang cukup dikenal masyarakat Kendari adalah Toko Buku Fajar. Toko ini berada di kawasan Jalan MT Haryono dan Mandonga. Sebagai salah satu toko buku yang telah lama beroperasi, Toko Buku Fajar dikenal memiliki koleksi yang cukup beragam. Selain buku pelajaran dan perlengkapan sekolah, pengunjung terkadang masih dapat menemukan buku-buku terbitan lama yang sudah sulit dicari di toko buku modern.

Mahasiswa dan guru sering menjadikan toko ini sebagai tempat alternatif ketika referensi yang dicari tidak tersedia di tempat lain.

Toko Buku Sinar Ilmu dan Koleksi Referensi Lama

Nama lain yang cukup dikenal adalah Toko Buku Sinar Ilmu yang berada di kawasan pusat perdagangan Kota Kendari. Toko ini telah lama menjadi tujuan pelajar dan mahasiswa untuk mencari buku pelajaran serta kebutuhan pendidikan lainnya. Meski fokus utama penjualannya adalah buku baru, beberapa koleksi lama dan buku pendidikan edisi terdahulu masih dapat ditemukan di rak-rak tertentu.

Bagi mahasiswa yang membutuhkan referensi terbitan lama, toko seperti ini sering menjadi pilihan karena koleksinya berbeda dengan toko buku waralaba nasional.

Kawasan Kampus UHO Jadi Tempat Berburu Buku Murah

Selain toko buku konvensional, kawasan sekitar Universitas Halu Oleo (UHO) di Jalan H.E.A Mokodompit, Kecamatan Kambu, juga menjadi lokasi yang cukup dikenal untuk mencari buku bekas. Di sekitar area fotokopi, percetakan, dan kios mahasiswa, sering ditemukan buku-buku bekas yang dijual kembali oleh mahasiswa tingkat akhir atau alumni.

Jenis buku yang paling banyak beredar antara lain:

  • Buku hukum
  • Buku komunikasi
  • Buku ekonomi
  • Buku pendidikan
  • Referensi skripsi dan penelitian

Karena berasal dari kalangan mahasiswa, harga buku di kawasan ini umumnya lebih murah dibandingkan membeli buku baru.

Gramedia Kendari Lengkap, Tetapi Tidak Menyediakan Buku Bekas

Saat membahas toko buku di Kendari, nama Gramedia Kendari tentu tidak bisa dilepaskan. Toko buku yang berada di kawasan pusat kota ini menjadi tujuan utama masyarakat untuk mencari buku-buku terbaru. Namun berbeda dengan toko buku lawas, Gramedia hanya menjual buku baru dan terbitan yang masih beredar di pasaran.

Karena itu, bagi pencari buku langka, novel lama, atau referensi yang sudah tidak dicetak ulang, toko-toko buku lawas justru sering menjadi tempat yang lebih menarik untuk dikunjungi.

Mengapa Buku Lawas Masih Dicari?

Di tengah kemudahan akses informasi digital, buku lama ternyata masih memiliki banyak penggemar. Beberapa alasan mengapa buku lawas tetap dicari antara lain:

Referensi yang Sudah Tidak Dicetak Ulang
Banyak buku akademik dan sejarah daerah yang tidak lagi tersedia di toko buku modern.

Harga Lebih Terjangkau
Buku bekas umumnya dijual dengan harga yang lebih murah dibanding buku baru.

Nilai Koleksi
Bagi kolektor, buku terbitan lama sering memiliki nilai sejarah dan sentimental yang tinggi.

Isi yang Tetap Relevan
Tidak semua buku lama kehilangan relevansinya. Banyak karya sastra, sejarah, dan ilmu sosial yang masih dicari hingga sekarang.

Tips Berburu Buku Bekas dan Buku Lawas di Kendari

Mencari buku lama membutuhkan strategi tersendiri. Pertama, jangan hanya mengandalkan satu toko. Semakin banyak tempat yang dikunjungi, semakin besar peluang menemukan buku yang dicari. Kedua, luangkan waktu untuk melihat rak-rak yang jarang diperhatikan pembeli lain. Tidak sedikit buku menarik justru tersimpan di sudut-sudut toko.

Ketiga, manfaatkan jaringan mahasiswa, komunitas literasi, dan grup media sosial lokal. Banyak buku bekas berkualitas dijual melalui komunitas tersebut.

Meski jumlahnya semakin sedikit, keberadaan toko buku lawas masih memiliki peran penting dalam menjaga budaya membaca.

Toko-toko ini tidak hanya menjual buku, tetapi juga menyimpan jejak perkembangan pendidikan dan literasi di Kota Kendari. Di tengah dominasi buku digital dan marketplace, toko buku lawas menjadi ruang yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pembaca yang menikmati sensasi mencari dan menemukan buku secara langsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU