Selasa, 26 MEI 2026 • 09:00 WIB

Asal Usul Kampung Jati Bali di Konawe Selatan, Jejak Transmigrasi Warga Bali ke Sulawesi

Author

Desa Jati Bali, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. (Youtube/Side of East) (Mufida)

SULTRA - Asal usul Kampung Jati Bali di Konawe Selatan berawal dari program transmigrasi pemerintah pada tahun 1968, ketika ratusan kepala keluarga asal Bali dipindahkan ke wilayah yang kini menjadi Desa Jati Bali, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan. Nama Jati Bali kemudian digunakan karena kawasan tersebut didominasi masyarakat Bali yang tetap mempertahankan adat, tradisi, pola permukiman, hingga ritual keagamaan meski telah tinggal puluhan tahun di Sulawesi Tenggara. Hingga sekarang, desa ini masih dikenal sebagai kampung bernuansa Bali di luar Pulau Dewata.

Di Sulawesi Tenggara, keberadaan Kampung Jati Bali menjadi hal yang cukup unik. Ketika sebagian wilayah tumbuh dengan budaya lokal Tolaki atau Bugis, desa ini justru mempertahankan identitas Bali melalui pura, arsitektur rumah, hingga tradisi adat yang tetap dijalankan. Karena itu, banyak orang mengenal Jati Bali bukan sekadar desa transmigrasi, tetapi juga ruang hidup budaya Bali di tanah Sulawesi.

Baca juga: Wawolesea, Pemandian Air Panas Terbaik di Konawe Utara

Sejarah Singkat dan Arti di Balik Penamaan Kampung Jati Bali

Kisah berdirinya Kampung Jati Bali tidak lepas dari kebijakan transmigrasi pemerintah pada masa Orde Baru. Program tersebut bertujuan memindahkan penduduk dari wilayah padat seperti Bali dan Jawa menuju daerah yang memiliki lahan lebih luas untuk pertanian dan permukiman.

Pada 1968, sekitar 150 kepala keluarga masyarakat Bali datang ke wilayah Ranomeeto dan membuka permukiman baru. Sebagian besar hidup dari pertanian dan perkebunan. Mereka membawa pola hidup, bahasa, hingga sistem budaya dari daerah asal.

Baca juga: Butuh Healing? Nikmati Sinonggi dan Pokea di Hutan Pinus Desa Baini Konawe

Seiring waktu, kawasan tersebut berkembang menjadi desa permanen. Nama Jati Bali berasal dari identitas masyarakat yang menetap di wilayah itu. Penamaan tersebut menggambarkan bahwa desa dihuni oleh etnis Bali yang mempertahankan budaya leluhur mereka. Dengan kata lain, nama kampung bukan muncul dari legenda atau kondisi geografis, melainkan identitas sosial masyarakatnya.

Lebih dari lima dekade berlalu, nama itu tetap bertahan dan menjadi penanda sejarah transmigrasi di Sulawesi Tenggara.

Mitos, Kisah Migrasi, dan Tokoh yang Membentuk Kampung Jati Bali

Berbeda dengan beberapa kampung adat lain yang lahir dari cerita rakyat atau mitos, asal usul Kampung Jati Bali lebih dekat pada sejarah perpindahan penduduk.

Masyarakat Bali yang datang ke Konawe Selatan menghadapi kondisi yang berbeda dari daerah asal mereka. Lahan baru harus dibuka, permukiman dibangun, dan kehidupan dimulai dari awal.

Penelitian sejarah menyebut keberhasilan Desa Jati Bali bertahan dipengaruhi kemampuan masyarakat beradaptasi dengan penduduk lokal tanpa meninggalkan budaya sendiri. Tradisi gotong royong dan hubungan sosial antarsuku menjadi salah satu faktor penting.

Selama puluhan tahun, desa ini dikenal relatif harmonis meski dihuni masyarakat dengan latar budaya berbeda. Tidak ditemukan catatan benturan sosial besar antara masyarakat transmigran dan warga sekitar. Kondisi tersebut menjadikan Jati Bali sering disebut sebagai contoh integrasi budaya yang berjalan baik.

Ciri Khas Kampung Jati Bali yang Masih Bertahan hingga Sekarang

Meski berada jauh dari Pulau Bali, sejumlah identitas budaya tetap dipertahankan masyarakat. Hal yang paling mudah dikenali ialah keberadaan:

Arsitektur rumah bernuansa Bali

Sebagian rumah masih memperlihatkan elemen bangunan khas Bali, terutama pada tata ruang dan ornamen tertentu. Penelitian mengenai permukiman transmigran Bali di Jati Bali menyebut pola hunian tradisional masih terlihat di beberapa area.

Pura dan kegiatan keagamaan Hindu

Kegiatan keagamaan tetap dijalankan masyarakat. Upacara adat dan ritual Hindu menjadi bagian dari kehidupan desa.

Tradisi Ngaben dan Ritual Yajna

Budaya Bali seperti Ngaben, Yajna, hingga ritual pertanian masih dikenal di masyarakat meski pelaksanaannya menyesuaikan kondisi setempat.

Bahasa dan kehidupan sosial

Sebagian warga masih menggunakan bahasa Bali dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi ini membuat suasana kampung berbeda dibanding desa lain di Konawe Selatan.

Kampung Jati Bali Kini Mulai Dilirik sebagai Wisata Budaya

Keunikan identitas budaya membuat Jati Bali mulai dipandang memiliki potensi sebagai kampung wisata budaya. Sejumlah kajian akademik menyebut kawasan ini berpotensi dikembangkan menjadi destinasi berbasis budaya karena memiliki tradisi yang masih bertahan, aktivitas adat, pola permukiman khas serta kerajinan dan kesenian masyarakat.

Potensi tersebut dinilai dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus menjaga keberlanjutan budaya Bali di luar daerah asal. Jika dikembangkan lebih lanjut, Jati Bali dapat menjadi salah satu tujuan wisata budaya unik di Sulawesi Tenggara.

Rute Lokasi dan Panduan Berkunjung ke Kampung Jati Bali Konawe Selatan

Kampung Jati Bali berada di Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Lokasinya relatif mudah dijangkau dari Kota Kendari karena berada di jalur menuju wilayah Konawe Selatan.

Perjalanan dari Kendari umumnya memakan waktu sekitar 45 menit hingga 1 jam, tergantung kondisi lalu lintas.

Bagi pengunjung yang ingin datang, waktu terbaik biasanya saat terdapat kegiatan adat atau perayaan keagamaan karena nuansa budaya lebih terlihat. Namun wisatawan tetap perlu menghormati aturan masyarakat setempat, terutama saat berkunjung ke area yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU