Rabu, 11 MARET 2026 • 22:46 WIB

Ini Tata Cara I’tikaf yang Benar dari Shalat Tasbih hingga Doa Malam Lailatul Qadar

Author

Tata cara itikaf di masjid saat bulan Ramadhan. (Freepik) (Mufida)

SULTRA - I’tikaf menjadi salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Banyak umat Muslim mencari tahu tata cara i’tikaf agar ibadah yang dilakukan di masjid tersebut sesuai dengan tuntunan syariat.

Secara umum, tata cara i’tikaf dilakukan dengan menetap di masjid dalam waktu tertentu dengan niat beribadah kepada Allah SWT. Selama i’tikaf, seseorang dianjurkan memperbanyak ibadah seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, hingga berdoa memohon ampunan.

Pengertian I’tikaf

I’tikaf merupakan ibadah dengan cara berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini biasanya dilakukan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan karena pada waktu tersebut terdapat malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar. Pada malam tersebut, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah karena pahala yang diberikan lebih baik daripada seribu bulan.

Niat I’tikaf

Sebelum melakukan i’tikaf, seseorang perlu meniatkan ibadah tersebut dalam hati. Niat i’tikaf secara umum adalah berniat menetap di masjid untuk beribadah kepada Allah SWT.

“Nawaitul i’tikafa fi hadzal masjidi lillahi ta’ala.”

Artinya:
“Saya berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah Ta’ala.”

Niat ini cukup diucapkan dalam hati ketika memasuki masjid.

Tata Cara I’tikaf di Masjid

1. Masuk Masjid dengan Niat I’tikaf
I’tikaf dimulai ketika seseorang memasuki masjid dengan niat untuk berdiam diri dan beribadah. Masjid menjadi tempat utama untuk melaksanakan i’tikaf karena ibadah ini tidak dilakukan di rumah.

2. Melaksanakan Shalat Sunnah

Selama i’tikaf, umat Muslim dianjurkan memperbanyak shalat sunnah, seperti:

  • shalat tahajud
  • shalat hajat
  • shalat taubat
  • shalat tasbih

3. Shalat Tasbih Saat I’tikaf

Shalat tasbih menjadi salah satu amalan yang sering dilakukan saat i’tikaf. Shalat ini terdiri dari 4 rakaat dengan bacaan tasbih yang diulang sebanyak 300 kali dalam satu rangkaian shalat.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa Ramadhan di Kendari Hari Ini, 26 Februari 2026

Bacaan tasbih tersebut adalah:

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar. 

Shalat tasbih dipercaya memiliki keutamaan besar karena mengandung banyak dzikir.

4. Membaca Al-Qur’an

Salah satu amalan utama saat i’tikaf adalah membaca dan mengkaji Al-Qur’an. Banyak orang memanfaatkan waktu i’tikaf untuk:

  • mengkhatamkan Al-Qur’an
  • memperbanyak tilawah
  • melakukan tadabbur ayat

5. Memperbanyak Dzikir dan Doa

Selain shalat dan membaca Al-Qur’an, dzikir juga menjadi amalan yang dianjurkan saat i’tikaf.Beberapa dzikir yang bisa dibaca antara lain istighfar, tasbih, tahmid, dan takbir. Umat Muslim juga dianjurkan membaca doa memohon ampunan, terutama pada malam-malam ganjil Ramadan.

Salah satu doa yang sering dianjurkan adalah:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai memaafkan, maka maafkanlah aku.”

Baca juga: 8 atau 20 Rakaat? Ini Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih

Waktu Pelaksanaan I’tikaf

I’tikaf dapat dilakukan kapan saja, namun waktu yang paling dianjurkan adalah pada 10 malam terakhir bulan Ramadan. Beberapa orang melaksanakan i’tikaf penuh selama sepuluh hari, sementara sebagian lainnya hanya melakukannya pada malam hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU