SULTRA - Catatan sejarah menunjukkan bahwa gereja Protestan menjadi yang paling awal berkembang di Kendari. Pada sekitar tahun 1920-an, zending Belanda mulai membangun tempat ibadah permanen untuk melayani jemaat Kristen yang semakin bertambah. Salah satu yang sering disebut sebagai gereja tertua adalah gereja yang kemudian berafiliasi dengan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB).
Pada masa kolonial, gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dasar, kegiatan sosial, serta ruang pertemuan masyarakat Kristen. Peran ini berlanjut hingga masa kemerdekaan dan menjadi bagian dari sejarah perkembangan Kota Kendari.
Baca juga: Kakanwil Kemenag Sultra Tekankan Peran Keluarga Saat Hadiri Natal di Kendari
Daftar Gereja di Kota Kendari
Berikut beberapa gereja utama dan bersejarah yang ada di Kota Kendari hingga saat ini:
Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Kendari
GPIB Kendari dikenal sebagai salah satu gereja tertua di kota ini. Gereja ini memiliki peran penting dalam sejarah penyebaran agama Kristen Protestan dan menjadi pusat kegiatan keagamaan jemaat sejak masa kolonial hingga sekarang.
Gereja Katolik Santo Clemens Kendari
Gereja Santo Clemens merupakan gereja Katolik utama di Kendari dan berada di bawah struktur Keuskupan Agung Makassar. Gereja ini melayani umat Katolik di Kota Kendari dan sekitarnya, serta aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan.
Gereja Toraja Jemaat Kendari
Gereja Toraja hadir seiring perpindahan masyarakat Toraja ke Kendari. Gereja ini menjadi ruang ibadah sekaligus pelestarian identitas budaya Toraja di wilayah Sulawesi Tenggara.
Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) Kendari
GPdI Kendari menjadi bagian dari gereja Pentakosta yang berkembang pesat di Indonesia. Gereja ini aktif dalam kegiatan ibadah, pelayanan rohani, dan komunitas jemaat.
Gereja Et Labora Kendari
Gereja Et Labora dikenal sebagai gereja yang mengusung pendekatan pendidikan dan pembinaan karakter. Nama “Et Labora” yang berarti “berdoa dan bekerja” mencerminkan nilai pelayanan gereja yang menekankan keseimbangan antara iman, etos kerja, dan kehidupan sosial jemaat.
Gereja Oikumene Kendari
Gereja Oikumene berfungsi sebagai ruang ibadah lintas denominasi Kristen. Kehadiran gereja ini menegaskan semangat persatuan dan kebersamaan antarjemaat Kristen dari berbagai latar belakang gereja, sekaligus menjadi simbol nyata nilai oikumenisme di Kota Kendari.
Baca juga: Pemkot Kendari Hadir di Perayaan Natal Gereja Oikoumene
Peran Gereja dalam Perkembangan Kota Kendari
Gereja-gereja di Kendari memiliki kontribusi penting dalam perkembangan sosial dan budaya kota. Selain sebagai tempat ibadah, gereja juga berperan dalam pendidikan, kegiatan kemanusiaan, serta pembinaan moral masyarakat. Keberadaan gereja sejak masa kolonial menunjukkan bahwa Kota Kendari berkembang sebagai wilayah yang terbuka terhadap keberagaman.
Di Kota Kendari, gereja berdampingan dengan masjid, pura, dan tempat ibadah lainnya. Kondisi ini mencerminkan kehidupan antarumat beragama yang relatif harmonis. Gereja tertua dan gereja-gereja lain di Kendari menjadi bagian dari warisan sosial yang menegaskan pentingnya toleransi dalam kehidupan masyarakat multikultural.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis