Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 19:42 WIB

Dragon Boat Indonesia Raih Emas di SEA Games 2025

Author

Tim Dayung Indonesia di SEA Games 2025. (Instagram/kemenpora) (Mufida)

SULTRA - Cabang olahraga dayung kembali menjadi panggung kejayaan Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Pada hari kedua perlombaan, Tim Dragon Boat Indonesia tampil solid dan menambah koleksi dua medali emas, memperkuat reputasi Indonesia sebagai kekuatan dominan di Asia Tenggara.

Salah satu emas krusial datang dari nomor Mixed Standard Boat 200 meter. Lomba berlangsung ketat hingga garis akhir, namun skuad Merah Putih berhasil mencatatkan waktu 1 menit 26,089 detik, unggul tipis atas tuan rumah Thailand yang harus puas di posisi kedua dengan selisih kurang dari setengah detik.

Baca juga: 2 Atlet Baubau Bersinar di SEA Games 2025, Sumbang Perak untuk Indonesia

Kemenangan ini bukan sekadar soal kecepatan, tetapi juga soal kekompakan tim. Komposisi atlet yang tampil menunjukkan kombinasi pengalaman dan daya juang tinggi, dengan kontribusi merata dari seluruh pendayung yang berada di perahu.

Sorotan tersendiri datang dari Sulawesi Tenggara, khususnya Kecamatan Towe’a, Kabupaten Muna, yang menyumbang sejumlah atlet penting dalam skuad nasional. Atlet putri Sri Kandi asal Pulau Renda dan Nur Meni dari Toroigah tampil konsisten dan menjadi bagian dari strategi tim yang sukses mengamankan emas. Di sektor putra, Sahrul Gunawan, juga dari Pulau Renda, berperan besar dalam dua raihan emas Indonesia pada nomor Dragon Boat.

Baca juga: Atlet MMA Buton Selatan Sumbang Prestasi di SEA Games Thailand 2025

Kehadiran atlet-atlet daerah ini menegaskan bahwa pembinaan olahraga tidak hanya berpusat di kota besar. Daerah pesisir dengan budaya maritim yang kuat justru menjadi salah satu lumbung atlet dayung nasional.

Salah satu anggota tim, Sutrisno, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kesiapan tim menghadapi kondisi lintasan. Menurutnya, karakter arena pertandingan di Thailand cukup sesuai dengan simulasi yang telah mereka jalani selama pemusatan latihan nasional.

Ia juga menekankan bahwa kemenangan ini adalah hasil kerja kolektif, bukan prestasi individu semata. Disiplin latihan, pemahaman strategi, serta kemampuan menjaga ritme balapan menjadi faktor penentu di tengah persaingan yang semakin ketat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenpora

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU