Minggu, 07 DESEMBER 2025 • 19:11 WIB

Tiga Putra-Putri Buton Masuk Skuad Merah Putih untuk SEA Games 2025

Author

Potret atlet Indonesia yang akan bertanding dalam ajang SEA Games di Thailand. (Instagram/suwaada02) (Mufida)

SULTRA - Persiapan kontingen Indonesia menuju SEA Games 2025 memasuki tahap penting dengan digelarnya upacara pengukuhan atlet di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat, 5 Desember 2025. Momen ini menandai berangkatnya 1.021 atlet terbaik Tanah Air yang akan tampil dalam 49 dari 51 cabang olahraga yang dipertandingkan di Thailand pada 9–20 Desember mendatang.

Di antara ratusan atlet tersebut, terselip kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya Pulau Buton. Tiga talenta olahraga dari wilayah tersebut berhasil menembus skuad nasional dan akan berlaga di cabor yang berbeda-beda. Keikutsertaan mereka bukan sekadar prestasi individu, tetapi juga bukti bahwa daerah kepulauan seperti Buton mampu melahirkan atlet berdaya saing internasional meski fasilitas latihan sering kali jauh dari kata ideal.

Nama pertama yang mendapat sorotan adalah Alfiandi, atlet asal Kabupaten Buton Selatan. Ia akan turun di cabang Mixed Martial Arts (MMA) modern kelas 60 kilogram putra. Perjalanan Alfiandi menuju level ini tidak singkat. Ia tumbuh sebagai petarung dari komunitas seni bela diri lokal, lalu naik ke level nasional melalui beragam turnamen. Representasi Alfiandi di SEA Games menunjukkan bahwa talenta bela diri dari daerah bukan sekadar pelengkap, melainkan pesaing serius.

Baca juga: Tim Dayung Sultra Persembahkan Medali Perdana di Popnas 2025

Selanjutnya ada Dayumin dari Kabupaten Buton Utara. Ia menjadi salah satu atlet dengan beban tanggung jawab paling besar karena turun di empat nomor sekaligus pada cabang dayung. Empat nomor itu meliputi 12 crew jarak 200 meter, 12 crew jarak 500 meter, serta dua nomor campuran untuk formasi 22 crew di jarak yang sama. Dayumin dikenal memiliki daya tahan luar biasa dan kemampuan membaca ritme air, kualitas penting untuk menjaga kecepatan perahu.

Selain itu, keterlibatannya di banyak nomor memperlihatkan kepercayaan pelatih terhadap kapasitas fisiknya yang stabil dan konsisten. Tidak semua atlet dayung mendapatkan peran seluas ini, karena jarak 200 dan 500 meter membutuhkan kombinasi kekuatan dan strategi yang berbeda.

Nama terakhir adalah Husni Uba. Ia sebelumnya dikenal luas sebagai pemain sepak takraw, tetapi kini dialihkan ke cabang teqball, olahraga baru yang memadukan unsur sepak bola dan tenis meja. Husni akan tampil di nomor ganda putra. Transformasinya dari takraw ke teqball bukan hal mengejutkan, mengingat teknik kaki, kelincahan, dan kontrol bola dari takraw sangat relevan dengan kebutuhan teqball.

Baca juga: Prestasi Atlet Dayung dari Buton Utara: Dayumin Bawa 5 Medali dari China!

Peralihan ini memperlihatkan fleksibilitas seorang atlet dan optimisme pelatih bahwa Husni bisa membawa pola permainan takraw untuk memberikan nilai lebih di bidang olahraga yang sedang naik daun itu.

Kehadiran tiga atlet ini menegaskan kembali bahwa Pulau Buton punya potensi besar dalam melahirkan atlet nasional. Daerah kepulauan sering kali harus berjuang lebih keras mendapatkan sarana latihan, akses kompetisi, hingga pembinaan jangka panjang. Namun justru dari keterbatasan itu muncul ketangguhan mental yang sering menjadi pembeda. Tidak sedikit atlet nasional yang berasal dari wilayah dengan fasilitas minim tetapi berhasil unggul karena disiplin dan ketekunan yang kuat.

SEA Games 2025 bisa menjadi panggung penting bagi ketiganya untuk memperlihatkan kemampuan terbaik. Ini bukan hanya tentang membawa pulang medali, tetapi juga menunjukkan bahwa daerah seperti Buton memiliki kontribusi nyata dalam peta olahraga Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram, Kemenpora

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU