Ilustrasi bendungan. (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Bentang alam Sulawesi Tenggara yang bisa dinikmati bukan hanya pantai. Di balik perannya sebagai penopang sektor pertanian dan sumber air bagi masyarakat, bendungan di Sultra juga menyimpan panorama yang menarik untuk dikunjungi. Sejumlah bendungan di provinsi ini dibangun untuk mendukung irigasi, pengendalian banjir, hingga penyediaan air baku, namun perlahan berkembang menjadi ruang rekreasi baru yang ramai dikunjungi warga.
Keberadaan bendungan meningkatkan produktivitas pertanian dan kawasan sekitar bendungan sering dimanfaatkan sebagai lokasi bersantai, menikmati pemandangan alam, hingga berburu foto dengan latar perairan yang luas.
Baca juga: Bendungan Wawotobi Akan Disulap Jadi Alun-Alun Modern, Ikon Baru Konawe
Bendungan Ameroro merupakan salah satu proyek strategis nasional yang berada di Kabupaten Konawe. Bendungan ini dibangun di Sungai Ameroro dan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Selain untuk irigasi ribuan hektare lahan pertanian, Bendungan Ameroro juga berfungsi sebagai penyedia air baku dan pengendali banjir. Hamparan perairan yang luas dengan latar perbukitan menjadikan kawasan ini menarik untuk dikunjungi, terutama saat pagi dan sore hari.
Bendungan Ladongi berada di Kabupaten Kolaka Timur dan menjadi salah satu infrastruktur yang menopang kawasan pertanian di wilayah tersebut.
Keberadaan bendungan ini membantu distribusi air ke area persawahan sehingga produktivitas pertanian lebih stabil sepanjang tahun. Saat musim hujan, bendungan juga berfungsi mengendalikan debit air agar risiko banjir dapat diminimalkan.
Bendungan Pelosika menjadi salah satu proyek bendungan terbesar yang tengah dikembangkan di Sulawesi Tenggara. Lokasinya berada di wilayah Kabupaten Konawe.
Ketika beroperasi penuh, bendungan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan irigasi, penyediaan air baku, pengendalian banjir, hingga mendukung potensi pembangkit listrik tenaga air. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Sultra di masa depan.
Meski secara teknis lebih dikenal sebagai waduk, kawasan Pondidaha juga memiliki fungsi serupa bendungan sebagai pengatur ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian. Pemandangan perairan yang tenang dipadukan dengan lingkungan pedesaan membuat lokasi ini kerap menjadi tempat bersantai warga sekitar.
Pembangunan bendungan di Sulawesi Tenggara berangkat dari kebutuhan akan pengelolaan sumber daya air yang lebih baik. Sebagian besar wilayah Sultra memiliki potensi pertanian yang besar, sehingga ketersediaan air sepanjang tahun menjadi faktor penting. Selain mendukung sektor pertanian, pembangunan bendungan juga bertujuan untuk:
Keberadaan bendungan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Air yang ditampung dapat disalurkan ke lahan pertanian melalui jaringan irigasi sehingga petani tidak sepenuhnya bergantung pada curah hujan.
Selain itu, bendungan berfungsi sebagai penyimpan air baku yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan industri. Saat curah hujan tinggi, bendungan membantu menahan limpasan air sehingga mengurangi potensi banjir di wilayah hilir.
Kawasan bendungan saat ini mulai dilirik sebagai destinasi wisata alternatif. Bendungan Ameroro menjadi salah satu yang paling sering diperbincangkan karena menawarkan panorama alam yang luas dan suasana yang tenang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis