Ilustrasi pasar loak. (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Di tengah tren thrifting dan berburu barang murah berkualitas, lokasi pasar loak di Kendari mulai ramai dicari warga, mulai dari mahasiswa, kolektor barang antik, hingga pemburu onderdil kendaraan. Beberapa titik di Kota Kendari dikenal sebagai pusat jual beli barang bekas dengan harga miring, mulai pakaian thrift, sepatu, elektronik lawas, hingga sparepart motor dan mobil.
Sebagian pasar loak di Kendari tumbuh secara organik dari aktivitas pedagang kaki lima dan komunitas jual beli barang second. Meski tampil sederhana, kawasan ini justru menjadi tempat favorit masyarakat yang ingin mencari barang unik dengan harga lebih hemat dibanding toko biasa.
Baca juga: Ini Pasar Terbesar di Sulawesi Tenggara yang Jadi Andalan Masyarakat
Salah satu lokasi yang paling sering disebut warga saat membahas thrifting adalah kawasan Pasar Panjang Kendari. Area ini dikenal memiliki banyak lapak pakaian bekas impor, sepatu second branded, hingga tas dan aksesori dengan harga relatif murah.
Lokasinya berada di sekitar Jalan Sorumba dan Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Kadia, Kota Kendari. Banyak pedagang mulai membuka lapak sejak pagi hingga malam hari, terutama saat akhir pekan. Barang yang dijual cukup beragam, mulai dari hoodie vintage, jaket outdoor, celana cargo, hingga sepatu olahraga bekas impor. Harga pun bervariasi, mulai Rp20 ribu hingga ratusan ribu tergantung merek dan kondisi barang.
Baca juga: Daftar Pasar Tradisional di Kendari yang Masih Eksis hingga Kini
Bagi pencari sparepart kendaraan murah, kawasan Baruga menjadi salah satu titik yang cukup dikenal sebagai lokasi jual beli onderdil bekas motor dan mobil.
Di area ini terdapat beberapa bengkel dan lapak penjual komponen second seperti velg, lampu kendaraan, aki, shockbreaker, hingga mesin bekas. Lokasinya tersebar di sepanjang Jalan Brigjen M Yoenoes dan jalur menuju Terminal Baruga.
Kawasan Pasar Mandonga juga dikenal sebagai tempat berburu barang elektronik second dan barang lawas. Di beberapa sudut pasar, pedagang menjual radio lama, speaker bekas, televisi, kipas angin, hingga peralatan rumah tangga second dengan harga murah.
Tidak sedikit kolektor datang mencari barang antik seperti jam dinding klasik, piring lawas, hingga kaset dan kamera jadul. Meski tidak sebesar pasar loak di kota besar lain, kawasan ini tetap punya peminat tersendiri karena barang yang dijual sering kali unik dan sulit ditemukan di pusat perbelanjaan modern.
Pasar Korem juga salah satu pusat pakaian bekas di Kendari yang banyak dikunjungi. Jenis pakaian beragam mulai dari baju kaos rumahan hingga kemeja untuk bepergian. Sementara Pasar Kota Lama dinilai masyarakat sebagai gudangnya pakaian bekas yang akan dijual ke berbagai pasar di Kendari.
Sebagian besar pasar loak di Kendari mulai aktif sejak pagi hingga malam hari. Namun, waktu kunjungan terbaik berbeda tergantung jenis barang yang ingin dicari.
Jika ingin mendapatkan barang terbaik dengan harga murah, datang lebih awal biasanya lebih menguntungkan. Sementara bagi yang hobi menawar, datang menjelang tutup lapak kadang membuat pedagang lebih fleksibel memberi harga.
Belanja di pasar loak membutuhkan strategi. Tidak semua harga pertama adalah harga akhir. Berikut beberapa tips yang sering dipakai pemburu barang bekas:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis