Ilustrasi pasar tradisional. (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Pasar di Baubau menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari perdagangan hasil laut, sayur mayur, kebutuhan rumah tangga hingga produk lokal Pulau Buton. Beberapa pasar yang cukup dikenal masyarakat antara lain Pasar Wameo, Pasar Karya Nugraha, Pasar Laelangi, dan sejumlah pasar tradisional lain yang tersebar di berbagai kecamatan. Selain menjadi tempat jual beli, pasar-pasar di Baubau juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial dan penopang ekonomi warga.
Sebagai kota perdagangan di Pulau Buton, Baubau memiliki pergerakan ekonomi yang cukup aktif. Aktivitas pelabuhan, perikanan, hingga distribusi barang dari luar daerah ikut memengaruhi pertumbuhan pusat perdagangan tradisional.
Baca juga: Ini Pasar Terbesar di Sulawesi Tenggara yang Jadi Andalan Masyarakat
Saat membahas pasar di Baubau, Pasar Wameo hampir selalu menjadi nama pertama yang disebut masyarakat. Pasar ini berada di Kelurahan Wameo, Kecamatan Batupoaro dan dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan terbesar di kota.
Aktivitas pasar biasanya sudah berlangsung sejak dini hari, terutama untuk perdagangan ikan dan hasil laut. Selain itu, masyarakat juga datang untuk membeli sayur, bumbu dapur, hingga kebutuhan sehari-hari. Pasar Wameo cukup identik dengan suasana ramai karena menjadi tempat bertemunya pedagang dari berbagai wilayah sekitar Baubau.
Bagi pendatang, pasar ini juga sering dijadikan lokasi mencari makanan khas atau produk lokal Buton.
Baca juga: Daftar Pasar Tradisional di Kendari yang Masih Eksis hingga Kini
Pasar Karya Nugraha termasuk salah satu pasar yang cukup aktif di Kota Baubau. Lokasinya berada di wilayah Wolio, kawasan yang dikenal sebagai pusat aktivitas perkotaan. Masyarakat sekitar memanfaatkan pasar ini untuk memenuhi kebutuhan harian, mulai dari bahan pangan hingga barang kebutuhan rumah tangga.
Keunggulan pasar seperti Karya Nugraha terletak pada akses yang lebih dekat bagi warga perkotaan sehingga tidak selalu harus menuju pasar besar. Keberadaan pasar ini membantu distribusi kebutuhan masyarakat di wilayah sekitar.
Nama Pasar Laelangi juga cukup dikenal masyarakat Baubau. Pasar ini digunakan warga untuk aktivitas jual beli kebutuhan pokok dan produk segar. Meski skalanya tidak sebesar Pasar Wameo, keberadaan pasar lingkungan seperti ini tetap penting karena memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari.
Sebagai kota pesisir, aktivitas perdagangan hasil laut memiliki peran besar dalam ekonomi Baubau. Karena itu, area penjualan ikan dan hasil tangkapan laut termasuk lokasi yang cukup ramai pada waktu tertentu, terutama pagi hari. Jenis komoditas yang umum dijual:
Selain pasar besar, sejumlah pasar lingkungan tersebar di berbagai kecamatan. Keberadaan pasar kecil membantu masyarakat memperoleh kebutuhan tanpa harus menuju pusat kota.
Pertumbuhan toko modern tidak serta-merta mengurangi peran pasar. Sebagian masyarakat tetap memilih pasar karena:
Pasar juga sering menjadi tempat bertukar informasi sosial antarwarga. Fungsi pasar di Baubau tidak hanya ekonomi, tetapi juga budaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis