Ilustrasi kajian. (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Majelis taklim di Kendari terus berkembang sebagai ruang belajar agama sekaligus tempat membangun lingkungan pergaulan yang positif bagi masyarakat. Terdapat kajian rutin di masjid besar, komunitas muslimah, hingga pengajian anak muda, menunjukkan aktivitas dakwah di Kota Kendari kini semakin mudah diakses oleh berbagai kalangan.
Sebagian majelis taklim di Kendari mengusung tema umum seperti tafsir Al-Qur’an dan fikih, sementara lainnya lebih fokus pada kajian keluarga, parenting Islami, hingga pembinaan muslimah dan generasi muda. Informasi jadwal kajian biasanya diumumkan melalui media sosial masjid atau komunitas dakwah setempat.
Salah satu komunitas majelis taklim yang cukup aktif di Kendari adalah Muslimah Wahdah Islamiyah. Kegiatan yang rutin dilaksanakan meliputi:
Berdasarkan kegiatan Gema Majelis Taklim yang digelar di Kendari, komunitas ini telah membentuk puluhan majelis taklim di berbagai kecamatan. Kajian biasanya menghadirkan ustadzah dan dai lokal dengan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Bingung Cari Sekolah Anak? Ini Daftar Rekomendasi PAUD Terdekat di Kendari
Selain menjadi ikon wisata religi, Masjid Al-Alam Kendari juga sering menjadi lokasi tabligh akbar, kajian umum, dan kegiatan keislaman berskala besar. Kajian di kawasan masjid ini umumnya diisi oleh:
Materi yang dibahas cukup beragam mulai dari tafsir Al-Qur’an, akhlak dan keluarga, kajian remaja muslim hingga motivasi hijrah.
Organisasi dakwah ini cukup aktif mengadakan daurah Islam, kajian pemuda, tahsin dan tahfiz Al-Qur’an, dan seminar keluarga muslim. Beberapa kegiatan rutin dilaksanakan di Masjid Abu Bakar Kendari. Kajian biasanya terbuka untuk umum dan diumumkan melalui media sosial komunitas.
Baca juga: 4 Masjid Terbaik Untuk Itikaf di Kota Kendari, Lengkap dengan Panduan Ibadahnya
Jadwal majelis taklim di Kendari umumnya berlangsung pada Ba’da Magrib dan Subuh, serta akhir pekan (Sabtu-Ahad). Beberapa komunitas juga memiliki:
Untuk jadwal detail, jamaah biasanya memantau Instagram komunitas dakwah, Grup WhatsApp majelis, dan pengumuman masjid.
Majelis taklim kini tidak hanya diikuti kalangan orang tua, tetapi juga banyak anak muda dan mahasiswa. Hal ini dikarenakan majelis taklim memberikan lingkungan pergaulan positif, menambah ilmu agama, komunitas yang suportif serta menjaga rutinitas ibadah. Kajian yang diadakan juga seringkali terasa dekat dengan permasalahan sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis