Ilustrasi digital skill. (Freepik/rawpixel.com) (Mufida)
SULTRA - Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, memiliki skill yang wajib dimiliki anak muda bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi kebutuhan. Persaingan di dunia kerja maupun bisnis kini menuntut kemampuan yang adaptif, terutama dalam bidang digital.
Bagi anak muda yang ingin berkembang, memahami skill yang relevan menjadi langkah awal agar tidak tertinggal. Masalahnya, banyak yang ingin belajar, tapi tidak tahu harus mulai dari mana.
1. Skill Teknis (Digital Skills)
Skill teknis menjadi fondasi utama di era digital. Tidak harus langsung ahli, yang penting paham dasar dan terus berkembang.
Beberapa contoh skill teknis yang sangat dicari perusahaan di tahun 2026 adalah:
Desain grafis (Canva, Photoshop)
Editing video (CapCut, Premiere Pro)
Data entry & Microsoft Excel
Data analytics dasar
Digital marketing (SEO, social media)
Skill ini banyak dibutuhkan karena hampir semua industri kini berbasis digital.
2. Skill Komunikasi
Percuma punya skill teknis kalau tidak bisa menyampaikan ide dengan baik. Komunikasi merupakan salah satu kunci setelah memiliki skill teknis agar bisa berdiskusi dengan rekan kerja lain. Contoh skill komunikasi yang wajib dikuasai antara lain public speaking, MC (Master of Ceremony), moderator diskusi dan presentasi.
Kemampuan ini penting untuk kerja tim, presentasi, bahkan membangun personal branding.
Baca juga: 5 Ide Usaha Rumahan untuk Pemula yang Bisa Dicoba Tahun 2026
3. Critical Thinking dan Problem Solving
Di era informasi, bukan yang paling pintar yang menang, tapi yang bisa berpikir kritis.
Kemampuan ini membantu menganalisis masalah, mengambil keputusan, dan menyelesaikan tantangan dengan solusi logis.
4. Adaptasi dan Kemauan Belajar
Dunia digital berubah cepat. Skill yang relevan hari ini bisa jadi usang besok. Karena itu, kemampuan belajar ulang (reskilling) dan beradaptasi menjadi salah satu skill paling penting.
5. Personal Branding dan Networking
Anak muda sekarang tidak cukup hanya “bisa”, tapi juga perlu “terlihat”. Personal branding biasanya dilakukan di media sosial maupun secara langsung di dunia nyata. Di media sosial, kamu bisa bangun profil di media sosial profesional, tunjukkan karya atau portofolio dan perluas relasi.
Ini bukan soal pencitraan, tapi strategi agar peluang datang lebih mudah.
1. Pilih Satu Skill Dulu
Jangan belajar semuanya sekaligus. Fokus satu, kuasai dasar, baru lanjut. Langkah pertama ini penting agar kamu fokus terlebih dahulu pada satu bidang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis