Ilustrasi mengirim pesan. (Freepik/pressfoto) (Mufida)
SULTRA - Menjelang Hari Raya Idulfitri, banyak orang mulai mencari template ucapan lebaran yang bisa dikirim ke keluarga, teman, hingga rekan kerja melalui WhatsApp. Menggunakan template ucapan lebaran memang memudahkan, terutama jika ingin mengirim pesan ke banyak kontak sekaligus lewat fitur broadcast.
Namun, tidak semua pesan broadcast terasa nyaman dibaca. Ada yang terlalu panjang, terlalu formal, bahkan terasa seperti pesan massal yang dingin. Padahal ucapan Lebaran tetap bisa dibuat singkat, hangat, dan personal meski dikirim ke banyak orang.
Template ini cocok dikirim ke atasan, relasi profesional, atau kenalan yang hubungannya cukup formal.
1.
Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua. Mohon maaf lahir dan batin.
2.
Taqabbalallahu minna wa minkum.
Selamat Hari Raya Idulfitri. Semoga keberkahan dan kebahagiaan selalu menyertai kita semua. Mohon maaf lahir dan batin.
3.
Di hari yang suci ini, izinkan saya mengucapkan Selamat Idulfitri. Semoga segala khilaf dan salah dapat saling dimaafkan.
4.
Selamat merayakan Hari Raya Idulfitri. Semoga kebahagiaan, kesehatan, dan keberkahan selalu menyertai langkah kita.
Jika ingin pesan yang ringkas namun tetap hangat, beberapa contoh ini bisa digunakan.
1.
Selamat Idulfitri.
Semoga hati kembali bersih dan hubungan kembali hangat. Mohon maaf lahir dan batin.
2.
Lebaran bukan hanya tentang hari raya, tapi juga tentang saling memaafkan. Selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin.
3.
Semoga hari kemenangan ini membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi kita semua.
4.
Jika kata pernah melukai dan sikap pernah menyakiti, izinkan saya memohon maaf di hari yang fitri ini.
Pesan ini cocok dikirim ke rekan kerja, mitra bisnis, atau pelanggan.
1.
Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Terima kasih atas kerja sama dan kepercayaan yang telah terjalin selama ini. Mohon maaf lahir dan batin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis