SULTRA - Di wilayah Indonesia Timur, lautan bukan lagi hanya batas geografi melainkan ruang harapan untuk pengembangan ekonomi. Konsep yang dikenal sebagai Blue Economy mengusung gagasan bahwa laut dan pesisir dapat diolah sebagai sumber daya ekonomi yang berkelanjutan. Namun, realitas di lapangan kerap menunjukkan bahwa potensi tersebut belum maksimal dimanfaatkan.
Menurut dokumen dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, ekonomi biru adalah model pembangunan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya laut dan pesisir dengan tetap menjaga keunggulan ekosistem. Mulai dari perikanan, budidaya laut, hingga pariwisata bahari, semua diatur agar tidak hanya mengejar pertumbuhan sesaat, tetapi juga keberlanjutan jangka panjang.
Baca juga: 5 Kunci Mutu Hasil Laut Indonesia Agar Terima di Pasar Global
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki garis pantai dan wilayah laut yang sangat luas menjadikannya salah satu kawasan dengan potensi ekonomi biru tertinggi di dunia. Di wilayah timur pun, praktik baik mulai muncul seperti yang digambarkan dalam studi di wilayah pesisir yang memanfaatkan mangrove atau rumput laut sebagai sumber pendapatan baru.
Namun studi tersebut juga menyebut banyak hal yang menghambat seperti infrastruktur transportasi laut yang belum memadai, akses pasar yang terbatas, teknologi yang belum merata, hingga kurangnya kapasitas masyarakat lokal dalam mengelola nilai tambah dari ocean economy.
Bagi Indonesia Timur, ekonomi biru bukan sekadar peluang melainkan kebutuhan. Wilayah ini sering tertinggal dalam pembangunan dibanding Pulau Jawa atau Barat, padahal kaya akan sumber daya laut. Dengan pendekatan yang tepat, laut bisa menjadi pendorong kesejahteraan masyarakat pesisir, pengembangan UMKM hasil olahan laut, hingga pariwisata bahari internasional.
Baca juga: TPI Kendari Akhirnya Berbenah, Langkah Revitalisasi Pasar Ikan yang Hidupkan Napas Ekonomi Laut
Walaupun visi besar sudah ada dengan peta jalan (roadmap) ekonomi biru dari Bappenas sebagai acuan. Perpustakaan Bappenas Namun pelaksanaannya masih menuntut tiga hal utama:
Jika ketiga aspek ini tak segera diperkuat, ekonomi biru hanya akan tetap menjadi jargon pembangunan tanpa resonansi nyata di lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kementerian Kelautan Dan Perikanan RI