Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 16 JULI 2025 • 10:33 WIB

Nikah Anti Ribet, Program Nikah Massal Kemenag Siap Diperluas ke Seluruh Indonesia, Seluruh Biaya Ditanggung Negara

Nikah Anti Ribet, Program Nikah Massal Kemenag Siap Diperluas ke Seluruh Indonesia, Seluruh Biaya Ditanggung NegaraKemenag perluas nikah massal ke seluruh Indonesia, biaya gratis! (Freepik) (Mufida)

SULTRA - Kementerian Agama Republik Indonesia tengah menyiapkan perluasan program nikah massal bagi pasangan kurang mampu ke seluruh penjuru negeri. Setelah sukses menyelenggarakan prosesi pernikahan massal untuk 100 pasangan di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu, 28 Juni 2025, antusiasme masyarakat terus meningkat.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa tingginya minat masyarakat, terutama dari kalangan prasejahtera, mendorong Kemenag menjadikan inisiatif ini sebagai agenda nasional yang berkelanjutan.

“Kami melihat dampak sosialnya sangat besar. Program ini akan terus dilanjutkan dan segera digelar di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Nasaruddin saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (4/7/2025).

Baca juga: Baubau Sambut Kapal Pesiar Internasional, Sultra Siap Jadi Pusat Wisata Cruise Indonesia Timur

Program ini memberikan bantuan menyeluruh bagi pasangan yang menikah. Mulai dari biaya administrasi, mahar, rias pengantin, hingga akomodasi berupa penginapan hotel, semuanya ditanggung oleh negara melalui Kementerian Agama.

Tujuan utama program ini tidak hanya meringankan beban biaya pernikahan, tetapi juga mendorong kesadaran pentingnya pencatatan pernikahan secara resmi. Di saat yang sama, Kemenag juga menekankan bahwa pernikahan massal ini dapat menjadi langkah preventif terhadap praktik kumpul kebo atau hubungan di luar nikah.

Baca juga: Kota Kendari Bentuk Kampung Anak Sejahtera, Wujud Komitmen Menuju Indonesia Emas 2045

“Daripada hidup bersama tanpa ikatan resmi yang sah, lebih baik kita fasilitasi dengan pernikahan yang sah secara agama dan hukum. Banyak keluarga akhirnya bisa bernapas lega karena tidak perlu mengeluarkan biaya besar,” ujar Nasaruddin.

Ia menambahkan bahwa biasanya pasangan perlu mengeluarkan hingga Rp 5 juta untuk pernikahan sederhana, namun lewat program ini semua kebutuhan sudah disediakan.

Ratusan pasangan dari wilayah Jabodetabek menjadi peserta dalam edisi pertama program ini di Masjid Istiqlal. Ke depan, Kemenag akan menjangkau lebih banyak pasangan dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Distribusi Beras Cadangan Pemerintah Dimulai di Kendari Barat, Wali Kota: Warga Harus Bijak Kelola Pangan

Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat membangun tatanan sosial yang lebih sehat dan tertib hukum, serta memberikan ruang keadilan bagi setiap pasangan untuk menikah secara layak, terhormat, dan tanpa beban finansial.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kementerian Agama Republik Indonesia

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Nikah Anti Ribet, Program Nikah Massal Kemenag Siap Diperluas ke Seluruh Indonesia, Seluruh Biaya Ditanggung Negara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!