Selasa, 28 APRIL 2026 • 22:02 WIB

Jembatan Baru di Kolaka Resmi Dibuka, Akses Terisolasi Kini Terhubung untuk Ribuan Warga

Author

Wakapolri meresmikan pembangunan 2 jembatan baru di Kolaka. (Dok. Tribrata News) (Mufida)

SULTRA - Kehadiran jembatan baru di Kolaka disambut penuh sukacita oleh masyarakat karena membuka akses wilayah yang selama ini terisolasi, khususnya saat musim hujan. Proyek ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari mobilitas hingga layanan darurat.

Sebanyak 17 jembatan perintis di Sulawesi Tenggara telah diresmikan pada April 2026. Dua di antaranya menjadi perhatian utama karena berlokasi di Kabupaten Kolaka dan Kolaka Timur, dengan nama Jembatan Perintis Dhira Brata. Peresmian jembatan ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, dan Wakil Kepala Polri Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Baca juga: Pembangunan Jembatan Muna-Buton Sepanjang 2,9 Km Segera Dimulai, Target 4 Tahun Selesai

Dua Jembatan Utama di Kolaka dan Kolaka Timur

Jembatan pertama, Dhira Brata 1, dibangun di Desa Sabilambo, Kabupaten Kolaka. Jembatan ini memiliki panjang sekitar 30 meter dengan lebar 1,2 meter dan dirancang sebagai jembatan gantung asimetris. Kapasitasnya mencapai 1,5 ton, sehingga diperuntukkan bagi pejalan kaki, sepeda, dan kendaraan roda dua.

Sementara itu, Dhira Brata 2 berada di Desa Silui, Kecamatan Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur. Dengan panjang yang sama, yakni 30 meter, jembatan ini memiliki lebar lebih besar, sekitar 3 meter, serta ketinggian 3 meter dari permukaan air. Infrastruktur ini melayani sedikitnya 120 kepala keluarga di Desa Silui dan menghubungkan hingga sembilan desa di sekitarnya.

Sebelum pembangunan jembatan baru di Kolaka ini, warga setempat kerap menghadapi kesulitan akses, terutama saat curah hujan tinggi. Jalur transportasi terputus, aktivitas ekonomi terhambat, bahkan anak-anak terpaksa tidak bersekolah karena kondisi medan yang berbahaya.

Dengan hadirnya jembatan ini, akses darurat kini terbuka. Mobilitas warga menjadi lebih lancar, termasuk untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan distribusi logistik.

Baca juga: Banjir Putus Akses, Jembatan Permanen Sambandete Siap Dibangun 2026

Melayani Lebih dari 1.200 Kepala Keluarga

Secara keseluruhan, pembangunan 17 jembatan perintis ini ditargetkan dapat melayani lebih dari 1.200 kepala keluarga di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara. Selain Kolaka dan Kolaka Timur, proyek serupa juga tersebar di sejumlah daerah lain seperti Konawe Selatan, Bombana, Muna, hingga Buton Tengah.

Keberadaan jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai penghubung fisik antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol percepatan pembangunan di daerah tertinggal.

Meski membawa manfaat besar, masyarakat diimbau untuk menggunakan jembatan sesuai kapasitas yang telah ditentukan. Dengan daya dukung maksimal 1,5 ton, jembatan ini tidak diperuntukkan bagi kendaraan berat seperti truk.

Penggunaan yang tepat akan memastikan jembatan tetap aman dan berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Pembangunan jembatan baru di Kolaka membuktikan pentingnya peran infrastruktur dalam mendorong pertumbuhan wilayah. Dengan akses yang semakin terbuka, diharapkan aktivitas ekonomi meningkat dan kualitas hidup masyarakat ikut terdongkrak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Tribrata News

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU