Sabtu, 23 MEI 2026 • 13:26 WIB

Deretan Hewan Endemik Sultra yang Tak Bisa Ditemukan di Tempat Lain

Author

Burung Maleo, salah satu hewan endemik dari Sultra. (Dok. Birds of The World) (Mufida)

SULTRA - Sulawesi Tenggara dikenal memiliki sejumlah hewan endemik seperti anoa, maleo, tarsius, hingga kuskus Sulawesi yang hidup di kawasan hutan tropis, pegunungan, dan pulau-pulau kecil. Beberapa di antaranya bahkan masuk daftar satwa dilindungi karena populasinya terus menurun akibat perburuan dan kerusakan habitat.

Pulau Sulawesi memang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat endemisitas tinggi di dunia. Letak geografis yang terpisah selama jutaan tahun membuat banyak spesies berkembang dengan ciri khas unik yang berbeda dari hewan di wilayah lain Indonesia.

Daftar Hewan Endemik Langka Kebanggaan Sulawesi Tenggara

Anoa, Kerbau Mini Penghuni Hutan Sulawesi

Anoa menjadi salah satu hewan endemik paling terkenal dari Sulawesi, termasuk Sulawesi Tenggara. Satwa ini sering dijuluki sebagai kerbau kerdil karena bentuk tubuhnya yang kecil dibanding kerbau pada umumnya.

Terdapat dua jenis anoa, yakni anoa dataran rendah dan anoa pegunungan. Hewan ini memiliki tubuh gelap, tanduk pendek lurus, dan sifat pemalu sehingga jarang terlihat di alam liar. Anoa kini masuk kategori terancam punah akibat perburuan dan penyusutan hutan. Satwa ini dapat ditemukan di beberapa kawasan konservasi Sulawesi, termasuk wilayah hutan lindung di Sultra.

Baca juga: Mengungkap Sejarah Menarik Kenapa Sulawesi Tenggara Disebut Bumi Anoa

Maleo, Burung Unik yang Menetaskan Telur di Pasir Panas

Maleo merupakan burung endemik Sulawesi yang terkenal karena cara berkembang biaknya yang tidak biasa. Burung ini meletakkan telur di pasir panas atau tanah yang memiliki suhu alami tinggi, lalu membiarkannya menetas sendiri.

Ukuran telur maleo bahkan jauh lebih besar dibanding ukuran tubuh induknya. Ciri khas lainnya adalah warna bulu hitam-putih dengan tonjolan keras di bagian kepala.

Populasi maleo terus mengalami penurunan akibat pengambilan telur liar dan gangguan habitat.

Baca juga: Intip Pesona Kostum Anoa yang Bikin Bangga di Ajang Puteri Indonesia 2026

Tarsius, Primata Kecil Bermata Besar

Tarsius termasuk primata kecil khas Sulawesi yang aktif pada malam hari. Hewan ini memiliki mata besar, tubuh mungil, dan kemampuan melompat yang sangat lincah. Tarsius hidup di pepohonan dan biasanya berburu serangga pada malam hari. Suaranya yang nyaring sering terdengar di kawasan hutan saat malam mulai turun.

Karena habitat hutannya terus berkurang, keberadaan tarsius juga semakin rentan.

Kuskus Sulawesi, Marsupial Langka dari Timur Indonesia

Kuskus Sulawesi merupakan mamalia berkantung yang hidup di kawasan hutan tropis. Hewan ini dikenal memiliki bulu tebal dan gerakan lambat saat berpindah di pepohonan.

Kuskus berperan penting dalam ekosistem hutan karena membantu penyebaran biji tumbuhan. Namun, perburuan liar dan pembukaan lahan membuat populasinya terus tertekan.

Ciri Khas dan Keunikan Fisik Spesies Asli Sultra

Salah satu hal yang membuat hewan endemik Sultra menarik adalah bentuk adaptasi uniknya terhadap lingkungan.

Anoa misalnya memiliki ukuran tubuh kecil agar mudah bergerak di hutan lebat. Maleo mengandalkan panas alami bumi untuk menetaskan telur, sementara tarsius memiliki mata besar untuk berburu di malam hari. Keunikan inilah yang membuat satwa Sulawesi menjadi perhatian peneliti internasional dan pecinta satwa liar.

Status Konservasi: Mengapa Satwa Ini Semakin Terancam Punah?

Sebagian besar hewan endemik Sultra kini menghadapi ancaman serius. Faktor terbesar berasal dari kerusakan habitat akibat pembukaan lahan, pertambangan, serta aktivitas perburuan liar.

Perdagangan satwa ilegal juga menjadi penyebab menurunnya populasi beberapa spesies. Di sisi lain, tingkat reproduksi hewan-hewan ini relatif lambat sehingga sulit memulihkan populasi dengan cepat. Karena itu, berbagai satwa endemik Sulawesi telah masuk daftar perlindungan nasional maupun internasional.

Lokasi Taman Nasional dan Kawasan Konservasi di Sulawesi Tenggara

Wisatawan dan peneliti yang ingin melihat hewan endemik Sultra di habitat alaminya dapat mengunjungi beberapa kawasan konservasi.

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai

Kawasan ini menjadi salah satu habitat penting bagi anoa dan berbagai jenis burung endemik Sulawesi. Lokasinya berada di wilayah Konawe Selatan dan Bombana.

Pulau Labengki dan Kawasan Hutan Sultra

Beberapa kawasan hutan di Sulawesi Tenggara masih menjadi habitat alami tarsius dan kuskus. Namun pengamatan satwa biasanya membutuhkan pendamping lokal agar tidak mengganggu habitat.

Suaka Margasatwa dan Hutan Lindung

Beberapa wilayah konservasi lain di Sultra juga berfungsi menjaga keberlangsungan satwa liar endemik yang populasinya terus menurun.

Hewan Endemik Sultra Jadi Identitas Alam yang Harus Dijaga
Keberadaan hewan endemik Sultra bukan hanya penting bagi ekosistem, tetapi juga menjadi identitas alam Sulawesi Tenggara yang bernilai tinggi. Satwa-satwa ini menunjukkan betapa kayanya biodiversitas Indonesia bagian timur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU