Hari Surya Sedunia diperingati setiap tanggal 3 Mei. (Freepik/kjpargeter) (Mufida)
SULTRA - Setiap tanggal 3 Mei, dunia memperingati hari surya sedunia, sebuah momentum global yang menyoroti potensi energi matahari sebagai sumber energi bersih dan berkelanjutan. Peringatan ini dikenal juga sebagai “Sun Day”, yang pertama kali diperkenalkan sebagai kampanye energi alternatif di tengah kekhawatiran krisis energi global.
Hari Surya Sedunia berakar dari gerakan “Sun Day” yang digagas pada tahun 1978 di Amerika Serikat. Kampanye ini muncul sebagai respons terhadap krisis energi yang melanda dunia pada dekade 1970-an.
Saat itu, masyarakat mulai menyadari bahwa ketergantungan terhadap energi fosil bukan hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga lingkungan. Sun Day kemudian menjadi simbol pergeseran menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan, terutama tenaga surya.
Sejak saat itu, tanggal 3 Mei digunakan untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya energi matahari sebagai solusi jangka panjang.
Baca juga: Mengapa 3 Mei Diperingati Sebagai Hari Kebebasan Pers?
Tujuan utama dari Hari Surya Sedunia tidak berhenti pada seremoni tahunan. Kampanye ini memiliki beberapa fokus utama, yaitu:
Energi matahari dipandang sebagai salah satu solusi paling realistis untuk menghadapi tantangan energi di masa depan. Namun, tanpa komitmen nyata dari pemerintah dan masyarakat, kampanye ini berisiko hanya menjadi slogan tahunan yang mudah dilupakan.
Energi matahari memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya layak menjadi alternatif utama, antara lain:
Di sisi lain, bahan bakar fosil justru semakin terbatas dan berdampak signifikan terhadap perubahan iklim. Ironisnya, meskipun keunggulan energi surya sudah jelas, adopsinya masih berjalan lambat di banyak negara.
Penggunaan energi matahari sebenarnya sudah mulai diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, misalnya dalam penggunaan panel surya untuk kebutuhan listrik rumah tangga. Penggunaan lainnya antara lain:
Baca juga: Mengapa Hardiknas Diperingati Setiap 2 Mei? Ini Sejarah Singkatnya
Di Indonesia, potensi energi surya tergolong tinggi karena letak geografis yang berada di wilayah tropis. Namun, pemanfaatannya masih belum optimal, baik karena faktor biaya awal, kebijakan, maupun kesadaran masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis