Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 13:31 WIB

Teluk yang Melahirkan Kota Kendari, Jejak Sejarah yang Jarang Diajarkan di Sekolah

Teluk yang Melahirkan Kota Kendari, Jejak Sejarah yang Jarang Diajarkan di SekolahIlustrasi Teluk. (Freepik/pvproductions) (Mufida)

SULTRA - Sejarah kota Kendari tidak bisa dilepaskan dari peran Teluk Kendari sebagai ruang hidup, jalur dagang, sekaligus titik pertemuan berbagai peradaban. Jauh sebelum menjadi ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, kawasan ini telah dikenal oleh pelaut nusantara dan Eropa sebagai persinggahan penting dalam rute perdagangan laut menuju Ternate dan Maluku.

Catatan kartografi Portugis awal abad ke-15 bahkan menunjukkan adanya permukiman di pesisir timur Sulawesi yang disebut Citta dela Baia, berada di teluk bernama Baia du Tivora. Nama tersebut diyakini merujuk pada wilayah Teluk Kendari saat ini. Dalam tradisi lisan suku Tolaki, kawasan ini dikenal sebagai Lipu I Pambandahi atau Wonua I Pambandokooha, bagian dari wilayah pesisir timur Kerajaan Konawe.

Baca juga: Pembangunan Jembatan Muna-Buton Sepanjang 2,9 Km Segera Dimulai, Target 4 Tahun Selesai

Teluk Kendari dan Awal Mula Kota

Cikal bakal Kota Kendari bermula dari berdirinya Kerajaan Laiwoi dan kedatangan seorang pelaut Belanda bernama Jacques Nicholas Vosmaer. Pada 1828, Vosmaer ditugaskan Gubernur Jenderal Hindia Belanda untuk mengamati jalur perdagangan di pesisir timur Sulawesi. Hasil pengamatannya melahirkan peta pertama Teluk Kendari pada 9 Mei 1831, yang kemudian diperingati sebagai hari jadi Kota Kendari.

Sejak 6 Februari 1835, Teluk Kendari resmi dinamai Vosmaer’s Baai melalui keputusan pemerintah kolonial di Batavia. Dalam catatan perjalanannya, Vosmaer menulis ketertarikannya pada keamanan dan keindahan teluk ini. Dengan izin Raja Tebau, penguasa wilayah timur Kerajaan Konawe, Vosmaer mendirikan kantor dagang dan membangun istana bagi Raja Sao-sao, cikal bakal Kerajaan Laiwoi yang berpusat di sekitar Teluk Kendari.

Pelabuhan Aman dan Titik Pertumbuhan

Pada awal abad ke-19, Teluk Kendari dikenal sebagai kawasan yang aman. Kondisi ini mendorong berbagai suku datang untuk bermukim dan berdagang. Kendari berkembang sebagai pelabuhan transit dan tempat penimbunan barang, menjadikannya pusat aktivitas ekonomi yang perlahan bertransformasi menjadi pusat pemerintahan.

Nama Kendari sendiri berasal dari kata kandai, alat dari bambu atau kayu yang digunakan masyarakat setempat untuk mendorong perahu. Dari kata ini muncul sebutan Kampung Kandai, yang kemudian berkembang menjadi Kandari dan akhirnya dikenal sebagai Kendari. Suku Tolaki merupakan penduduk asli wilayah ini.

Baca juga: Mitos dan Legenda Populer dari Sulawesi Tenggara

Pada masa kolonial Belanda dan pendudukan Jepang, Kendari berstatus sebagai kewedanan sekaligus ibu kota Onder Afdeling Laiwoi. Tahun 1950, Kerajaan Laiwoi diubah menjadi Swapraja Laiwoi. Setelah Raja Tekaka wafat pada 1955, Kendari berkembang dari ibu kota kecamatan menjadi ibu kota Kabupaten Daerah Tingkat II berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959.

Perubahan besar terjadi pada 1964, saat Kendari ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Perppu Nomor 2 Tahun 1964. Wilayahnya saat itu masih terbatas pada dua kecamatan: Kendari dan Mandonga.

Menjadi Kota hingga Kendari Hari Ini

Status Kendari terus berkembang. Tahun 1978, Kendari ditetapkan sebagai Kota Administratif. Kemudian pada 1995, melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1995, Kendari resmi menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II. Sejak 1999, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, nama resminya berubah menjadi Kota Kendari.

Kini, Kota Kendari tumbuh sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan budaya Sulawesi Tenggara. Penduduknya berasal dari berbagai latar belakang etnis, seperti Tolaki, Muna, Buton, Bugis, Makassar, Jawa, Bali, hingga Toraja. Keberagaman ini menjadi identitas sekaligus kekuatan Kota Kendari dalam perjalanannya dari sebuah teluk sunyi menjadi kota strategis di kawasan timur Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Kendari

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Teluk yang Melahirkan Kota Kendari, Jejak Sejarah yang Jarang Diajarkan di Sekolah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!