Ilustrasi petir. (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Baru-baru ini, dua pria di Konawe menjadi korban sambaran petir saat bermain sepak bola di bawah hujan deras. Peristiwa ini menggarisbawahi bahaya duduk atau berdiri di tempat terbuka selama badai petir, di mana tanah basah dan objek tinggi dapat meningkatkan risiko sambaran. Masyarakat diimbau untuk berlindung di dalam ruangan dan menghindari area terbuka serta benda logam saat terjadi petir.
Petir adalah fenomena alam yang kerap terjadi bersamaan dengan hujan deras, menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan. Dalam cuaca seperti ini, ancaman sambaran petir menjadi nyata, seperti yang baru-baru ini terjadi di Konawe, di mana dua pria tersambar petir saat bermain bola di tengah hujan.
Baca juga: Kegiatan Pramuka di Kolaka Utara Berujung Duka, Siswi SMAN 1 Batu Putih Tewas Tersambar Petir
Petir terjadi ketika muatan listrik dalam awan terpisah secara signifikan, menciptakan potensi listrik yang sangat tinggi. Ketika beda potensial ini mencapai tingkat tertentu, terjadilah pelepasan listrik atau kilat yang kita lihat sebagai petir.
Muatan negatif dalam awan tertarik ke muatan positif di permukaan bumi, memicu sambaran petir. Proses ini lebih mungkin terjadi saat kondisi berawan pekat yang biasanya menyertai hujan deras.
Hujan deras biasanya dihasilkan dari awan cumulonimbus, yang terkenal membawa potensi petir. Awan ini dapat mencapai ketinggian lebih dari 10 kilometer, menciptakan kondisi ideal bagi terjadinya muatan listrik yang besar.
Baca juga: Terjebak di Rumah yang Terkunci, Pemuda Disabilitas Meninggal Dunia dalam Kebakaran di Kolaka
Selain itu, kelembapan tinggi dan gesekan antara partikel air dan es di dalam awan cumulonimbus mempercepat pembentukan muatan listrik, sehingga hujan deras sering kali disertai dengan petir.
Untuk menghindari bahaya petir, sangat disarankan agar masyarakat menghindari ruang terbuka selama badai petir dan mencari perlindungan dalam bangunan atau kendaraan tertutup. Mematikan peralatan elektronik dan menghindari penggunaan telepon berkabel juga disarankan untuk mengurangi risiko sambaran listrik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis