Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 07 NOVEMBER 2025 • 16:38 WIB

Program KB Jadi Kunci Ekonomi dan Kesejahteraan Anak

Program KB Jadi Kunci Ekonomi dan Kesejahteraan AnakProgram Keluarga Berencana menjadi strategi penurunan angka stunting dan perbaikan ekonomi keluarga. (Freepik/jcomp) (Mufida)

SULTRA - Di tengah tantangan ekonomi yang kian kompleks, keluarga kecil tampaknya menjadi pondasi penting menuju kesejahteraan berkelanjutan. Program Keluarga Berencana (KB), yang dulu identik dengan slogan “dua anak cukup”, kini kembali mendapat sorotan sebagai strategi nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dari sisi ekonomi dan pendidikan anak.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menegaskan bahwa keberhasilan program KB tidak hanya diukur dari angka kelahiran yang menurun, melainkan juga dari peningkatan kesejahteraan keluarga. Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Nopian Andusti, menyebut bahwa keluarga yang menerapkan prinsip KB cenderung memiliki pengelolaan keuangan yang lebih baik serta mampu menyediakan kebutuhan pendidikan dan gizi anak secara optimal.

Baca juga: Pemkab Kolut Matangkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Tekan Stunting

Penelitian BKKBN (2024) menunjukkan, rumah tangga yang mengikuti program KB memiliki pengeluaran per kapita yang lebih terkontrol. Dengan jumlah anak yang ideal, orang tua dapat mengalokasikan pendapatan untuk kebutuhan gizi, pendidikan, dan kesehatan. Kondisi ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas generasi muda di masa depan.

Selain memperbaiki kondisi ekonomi keluarga, KB juga berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka stunting. Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa jarak kelahiran yang terlalu dekat meningkatkan risiko kekurangan gizi dan kesehatan ibu. Melalui KB, jarak antar kelahiran dapat diatur sehingga anak mendapat perhatian dan asupan gizi yang cukup.

Baca juga: Pemkot Kendari Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Targetkan Prevalensi Stunting Turun Jadi 18,8% di 2025

Keluarga yang terencana dengan baik umumnya lebih siap menghadapi dinamika sosial dan ekonomi. Program KB mendorong munculnya generasi yang tidak hanya sehat, tetapi juga memiliki daya saing tinggi. Beberapa daerah di Sulawesi Tenggara bahkan melaporkan penurunan angka kemiskinan pada keluarga peserta aktif KB, terutama di wilayah pesisir dan pedesaan.

Program ini, lanjut Hasto, merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia. “KB bukan soal membatasi kelahiran, tapi bagaimana menciptakan keluarga berkualitas yang mampu berkontribusi pada pembangunan bangsa,” tegasnya.

Melihat tren global, negara-negara dengan tingkat keberhasilan KB yang tinggi terbukti memiliki pertumbuhan ekonomi lebih stabil. Hal serupa diharapkan terjadi di Indonesia, termasuk di Sulawesi Tenggara, dengan terus memperkuat edukasi dan pendampingan bagi keluarga muda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BKKBN

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Program KB Jadi Kunci Ekonomi dan Kesejahteraan Anak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!