Jember Fashion Carnaval 2025 (Youtube/Jember Fashion Carnaval) (Mufida)
SULTRA - Jember Fashion Carnaval (JFC) 2025 kembali jadi ajang unjuk gigi Sulawesi Tenggara di panggung karnaval terbesar se-Indonesia sekaligus nomor dua di dunia. Dipimpin Ketua DPD Asosiasi Karnaval Indonesia (AKARI) Sultra, Fajar Andika Putra, kontingen Bumi Anoa sukses membuat ribuan pasang mata terpukau lewat perpaduan seni, musik, dan kostum yang sarat nilai budaya.
Tahun ini menandai partisipasi kelima Sultra di ajang bergengsi tersebut. Sebanyak 35 anggota kontingen menampilkan karya spektakuler, mulai dari Bhangka Mbule Mbule yang merupakan tradisi masyarakat Wakatobi melarung sesajen ke laut, Kabuenga atau ritual pertemuan pria dan wanita di Wangi-Wangi untuk mencari jodoh, hingga Wonderful Wawonii yang memvisualisasikan gerbang selamat datang di Konawe Kepulauan, lengkap dengan pesona alam dan pariwisatanya.
Tidak berhenti di situ, parade juga diramaikan kostum-kostum megah berbalut kain tenun khas Sultra, menjadikannya ikon pembeda dari kontingen daerah lain. Kerja keras itu berbuah manis. Sultra pulang dengan gelar “Best Unique Performance”, salah satu penghargaan paling prestisius di JFC.
“Ini bukti budaya kita mampu bersaing di panggung dunia. Kain tenun Sultra kini bukan hanya simbol lokal, tapi sudah mendunia,” ujar Fajar penuh rasa bangga, Kamis (15/8/2025). Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pariwisata Sultra yang mendukung penuh keberangkatan tim.
Baca juga: Semarak Karnaval Juang HUT ke-80 RI di Kendari: Kreativitas dan Edukasi Warnai Pawai
Dengan torehan ini, Sulawesi Tenggara kembali menegaskan bahwa warisan budaya dan kearifan lokal bukan sekadar milik daerah, melainkan aset yang mampu memikat dunia internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jember Fashion Carnaval