Jumat, 10 JULI 2026 • 16:17 WIB

Mengenal Sejarah dan Penetapan Hari Jadi Kabupaten Buton

Author

Logo Kabupaten Buton (Website Pemkab Buton) (Mufida)

SULTRA - Hari jadi Kabupaten Buton diperingati setiap 4 Juli, mengacu pada pengesahan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Sulawesi yang melahirkan Kabupaten Buton sebagai daerah otonom. Penetapan tanggal tersebut kemudian diperkuat melalui Peraturan Daerah Kabupaten Buton Nomor 3 Tahun 2022 sehingga resmi menjadi hari jadi yang diperingati setiap tahun.

Tanggal 4 Juli merupakan pengingat perjalanan panjang Kabupaten Buton sejak awal pembentukannya hingga berkembang sebagai salah satu daerah penting di Provinsi Sulawesi Tenggara. Beragam kegiatan budaya, olahraga, dan hiburan masyarakat turut memeriahkan momentum tersebut setiap tahunnya.

Baca juga: Mengupas Asal-Usul Julukan Wolio Kabupaten Buton, Ternyata Ini Maknanya!

Sejarah Singkat Penetapan Hari Jadi Kabupaten Buton

Kabupaten Buton dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Sulawesi. Regulasi itu disahkan pada 4 Juli 1959, sehingga tanggal tersebut dipilih sebagai dasar penetapan hari jadi kabupaten. Sebelum penetapan resmi dilakukan, pemerintah daerah bersama DPRD melaksanakan kajian historis yang melibatkan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Buton serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Halu Oleo.

Kajian tersebut mempertimbangkan dua pendekatan, yakni asas yuridis konstitusional berdasarkan pembentukan daerah melalui undang-undang dan asas faktual operasional yang merujuk pada pelantikan bupati pertama. Hasilnya, pemerintah dan DPRD sepakat menetapkan pendekatan yuridis konstitusional sebagai dasar resmi hari jadi Kabupaten Buton. Keputusan itu kemudian dituangkan dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2022.

Baca juga: Siapa Bupati Buton Sekarang? Ini Profil Alvin Akawijaya Putra, Kepala Daerah Termuda di Sultra

Tokoh Pendiri dan Peristiwa Bersejarah di Baliknya

Lahirnya Kabupaten Buton tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat pada masa awal pembentukan daerah-daerah otonom di Indonesia. Pengesahan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 menjadi tonggak penting karena memberikan dasar hukum berdirinya Kabupaten Daerah Tingkat II Buton.

Proses tersebut juga merupakan bagian dari penataan pemerintahan di Sulawesi setelah Indonesia memasuki era pembangunan daerah pascakemerdekaan. Sejak saat itu, Kabupaten Buton terus berkembang hingga kemudian mengalami beberapa kali pemekaran wilayah yang melahirkan daerah otonom baru di Kepulauan Buton. Meski wilayah administrasinya berubah, sejarah pembentukan Kabupaten Buton tetap menjadi fondasi identitas pemerintahan yang diperingati setiap tanggal 4 Juli.

Tradisi Unik dan Festival Budaya Saat Perayaan HUT

Perayaan Hari Jadi Kabupaten Buton selalu diisi berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Pemerintah daerah rutin menggelar upacara peringatan, rapat paripurna istimewa DPRD, perlombaan olahraga, permainan tradisional, hingga pentas seni budaya. Momentum HUT juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi potensi daerah melalui pameran UMKM, pertunjukan budaya lokal, serta festival yang menampilkan kekayaan seni dan tradisi masyarakat Buton.

Pada peringatan HUT ke-67 tahun 2026, misalnya, Pemerintah Kabupaten Buton menyiapkan berbagai perlombaan seperti tarik tambang, catur, domino, hadang (ase), lojo, lari karung, dan bakiak yang melibatkan masyarakat dari berbagai kecamatan. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus mempromosikan budaya lokal kepada generasi muda dan wisatawan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Buton

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU