Jumat, 10 JULI 2026 • 16:09 WIB

Mengupas Asal-Usul Julukan Wolio Kabupaten Buton, Ternyata Ini Maknanya!

Author

Ilustrasi pesisir Buton (AI Generated) (Mufida)

SULTRA - Buton merupakan salah satu daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara yang menyimpan warisan sejarah bernilai tinggi. Benteng megah, tradisi adat, hingga kekayaan alam menjadikan kabupaten ini memiliki identitas yang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia. Sejumlah julukan yang melekat pun lahir dari perpaduan sejarah, kondisi geografis, dan kehidupan masyarakatnya.

Kabupaten Buton memiliki identitas yang melekat kuat melalui berbagai sebutan khas. Julukan Kabupaten Buton yang paling dikenal adalah Bumi Wolio, sebutan yang lahir dari sejarah panjang Kesultanan Buton sebagai salah satu kerajaan maritim terbesar di kawasan timur Nusantara. Julukan tersebut tidak hanya menggambarkan masa lalu yang gemilang, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya, tradisi, serta karakter masyarakat yang masih terjaga hingga sekarang.

Baca juga: Siapa Bupati Buton Sekarang? Ini Profil Alvin Akawijaya Putra, Kepala Daerah Termuda di Sultra

Asal-Usul Nama dan Julukan Paling Populer Kabupaten Buton

Julukan Kabupaten Buton yang paling populer adalah Bumi Wolio. Nama "Wolio" merujuk pada pusat pemerintahan Kesultanan Buton yang berkembang sejak abad ke-14 hingga masa kolonial. Kesultanan tersebut menjadi salah satu kekuatan politik dan perdagangan penting di kawasan timur Indonesia.

Sebutan Bumi Wolio kemudian digunakan sebagai simbol identitas masyarakat Buton yang memiliki akar sejarah kuat. Nilai-nilai adat, sistem pemerintahan tradisional, hingga peninggalan budaya dari masa kesultanan masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat saat ini.

Selain Bumi Wolio, Buton juga sering dikenal sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya maritim. Posisinya yang strategis di jalur pelayaran Nusantara menjadikan wilayah ini berkembang sebagai pusat perdagangan dan penyebaran budaya sejak ratusan tahun lalu.

Baca juga: Jejak Perkebunan Buton: Jambu Mete, Kelapa, dan Kakao Menjadi Sumber Kehidupan

Kaitan Julukan Kabupaten Buton dengan Potensi Alam dan Geografisnya

Kabupaten Buton berada di kawasan kepulauan Sulawesi Tenggara yang dikelilingi laut. Karakter geografis tersebut membentuk kehidupan masyarakat yang sangat dekat dengan aktivitas bahari, mulai dari perikanan hingga pelayaran.

Wilayah ini memiliki garis pantai yang panjang dengan panorama laut yang masih alami. Sejumlah pantai, perairan jernih, serta kawasan konservasi menjadi potensi wisata yang terus berkembang.

Buton juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil aspal alam terbesar di dunia. Keberadaan Aspal Buton atau Asbuton menjadi kekayaan geologi yang telah lama dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi jalan. Potensi tersebut semakin memperkuat identitas Kabupaten Buton sebagai daerah yang memiliki sumber daya alam strategis.

Kondisi alam yang berpadu dengan sejarah panjang membuat julukan Bumi Wolio tidak sekadar menjadi nama, melainkan representasi perjalanan masyarakat Buton dari masa ke masa.

Jejak Sejarah Berdirinya Kabupaten Buton

Sejarah Buton tidak dapat dipisahkan dari Kesultanan Buton yang berdiri sekitar abad ke-14. Kesultanan ini berkembang menjadi salah satu kerajaan Islam berpengaruh di Indonesia bagian timur dengan wilayah kekuasaan yang cukup luas.

Pusat pemerintahan kesultanan berada di kawasan Benteng Keraton Buton yang kini masuk wilayah Kota Baubau. Benteng tersebut dikenal sebagai salah satu benteng terluas di dunia dan menjadi saksi perkembangan politik, pertahanan, serta budaya masyarakat Buton selama berabad-abad.

Seiring perkembangan administrasi pemerintahan modern, wilayah Kesultanan Buton kemudian mengalami pemekaran menjadi beberapa kabupaten dan kota. Meski demikian, nilai sejarah dan identitas budaya Wolio tetap menjadi bagian yang melekat pada Kabupaten Buton hingga sekarang. Warisan sejarah tersebut masih terlihat melalui rumah adat, tradisi kesultanan, naskah kuno, hingga berbagai upacara adat yang rutin dilaksanakan oleh masyarakat.

Daya Tarik Kuliner dan Budaya di Balik Julukan Kabupaten Buton

Identitas Bumi Wolio juga tercermin dari kekayaan budaya dan kuliner khas yang dimiliki Kabupaten Buton. Berbagai tradisi adat masih dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.

Tarian tradisional, musik daerah, hingga prosesi adat masih menjadi bagian penting pada berbagai perayaan budaya. Kerajinan tenun Buton juga menjadi salah satu produk unggulan yang memiliki motif khas dengan nilai filosofis tersendiri.

Kabupaten Buton menawarkan beragam makanan khas yang menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir. Olahan hasil laut menjadi menu utama yang mudah ditemukan, mulai dari ikan bakar, parende, hingga kasuami yang dibuat dari singkong sebagai makanan pokok masyarakat Buton.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Buton

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU