SULTRA - Pelabuhan di Baubau memiliki peran penting sebagai jalur penghubung Sulawesi Tenggara dengan berbagai daerah di Indonesia Timur. Salah satu yang paling dikenal ialah Pelabuhan Murhum Baubau, pelabuhan utama yang melayani kapal penumpang, logistik, hingga rute antarpulau.
Selain Murhum, terdapat pula pelabuhan feri dan dermaga lain yang mendukung mobilitas masyarakat menuju Wakatobi, Muna, Maluku, Makassar, hingga wilayah sekitarnya. Posisi Baubau yang berada di jalur strategis membuat kota ini sejak lama berkembang sebagai simpul perdagangan dan transportasi laut di Kepulauan Buton.
Sebelum konektivitas udara berkembang seperti sekarang, transportasi laut menjadi nadi utama pergerakan orang dan barang di Baubau. Hingga kini, pelabuhan masih memegang peran penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca juga: Menginap Dekat Laut hingga Tengah Kota, Ini Tempat Staycation di Baubau yang Banyak Dicari
Pelabuhan Murhum Baubau, Pelabuhan Utama di Kota Baubau
Pelabuhan yang berada di Kecamatan Murhum ini dikelola oleh PT Pelindo dan berfungsi sebagai pelabuhan penumpang sekaligus bongkar muat barang. Pelabuhan Murhum melayani kapal dari berbagai rute antarpulau, termasuk perjalanan menuju Makassar dan sejumlah wilayah Indonesia Timur. Kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) juga beberapa kali bersandar di pelabuhan ini.
Karena aktivitasnya yang padat, kawasan sekitar Pelabuhan Murhum turut berkembang menjadi pusat ekonomi dan perdagangan masyarakat.
Baca juga: Tak Semua Pesawat Bisa Mendarat di Baubau, Berikut Rincian Maskapainya
Rute Kapal yang Dilayani Pelabuhan Murhum
Pelabuhan Murhum menjadi penghubung Baubau dengan sejumlah kota dan daerah lain. Rute yang umum dilayani antara lain:
- Makassar
- Wakatobi
- Raha (Muna)
- Ambon
- Bitung
- Beberapa wilayah Indonesia Timur lainnya
Ketersediaan rute dapat berubah menyesuaikan jadwal operator kapal dan musim pelayaran. Bagi masyarakat Kepulauan Buton, jalur laut tetap menjadi pilihan penting selain penerbangan.
Pelabuhan Feri di Baubau Mendukung Mobilitas Antarpulau
Selain pelabuhan utama, Baubau juga memiliki fasilitas penyeberangan feri yang menghubungkan masyarakat dengan daerah sekitar. Transportasi feri banyak dimanfaatkan untuk:
- Perjalanan kendaraan antarpulau
- Distribusi barang
- Mobilitas masyarakat lokal
- Akses menuju kabupaten sekitar di Kepulauan Buton
Mengapa Pelabuhan di Baubau Penting bagi Sulawesi Tenggara?
Secara geografis, Baubau berada di posisi strategis yang berhadapan dengan jalur pelayaran menuju berbagai kawasan Indonesia Timur. Kondisi ini membuat pelabuhan di kota tersebut tidak hanya melayani kebutuhan lokal, tetapi juga aktivitas distribusi regional.
Fungsi pelabuhan di Baubau mencakup:
- Transportasi penumpang
- Distribusi logistik dan kebutuhan pokok
- Perdagangan antardaerah
- Penghubung kawasan kepulauan
Area sekitar Pelabuhan Murhum dikenal ramai karena dipenuhi aktivitas perdagangan, jasa transportasi, hingga kuliner. Lokasinya yang dekat pusat kota membuat akses menuju pelabuhan relatif mudah dijangkau dari berbagai wilayah Baubau.
Bagi pendatang, kawasan pelabuhan juga sering menjadi titik awal sebelum melanjutkan perjalanan ke kabupaten lain di Kepulauan Buton. Meski penerbangan menuju Bandara Betoambari tersedia, jalur laut tetap digunakan sebagian wisatawan dan masyarakat karena alasan biaya maupun akses menuju daerah tertentu.
Kapal laut masih menjadi pilihan bagi penumpang yang membawa kendaraan atau bepergian antarpulau dalam jumlah besar.
Hal tersebut menunjukkan transportasi laut di Baubau masih memiliki peran penting hingga sekarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis