Sabtu, 16 MEI 2026 • 21:52 WIB

Dalil tentang Keutamaan Puasa Arafah dan Tarwiyah, Amalan Sunnah dengan Pahala Besar Jelang Idul Adha

Author

Ilustrasi orang berbuka puasa. (Freepik/rawpixel.com) (Mufida)

SULTRA - Puasa sunnah yang dilaksanakan pada 8 dan 9 Dzulhijjah dikenal memiliki pahala besar, terutama puasa Arafah yang disebut dapat menghapus dosa selama dua tahun. Dalam sejumlah riwayat hadis, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa amalan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah termasuk ibadah yang sangat dicintai Allah SWT.

Puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi bagian dari amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Kedua puasa ini dilakukan menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

Baca juga: 1 Dzulhijjah 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Jadwal Lengkap hingga Idul Adha

Hadits tentang Keutamaan Puasa Arafah

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan momentum wukuf jamaah haji di Padang Arafah. Keutamaan puasa ini dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim:

“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR Muslim)

Hadis tersebut menjadi dasar utama mengapa puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji. Para ulama menjelaskan bahwa dosa yang dihapus adalah dosa-dosa kecil, sementara dosa besar tetap membutuhkan taubat yang sungguh-sungguh.

Selain itu, puasa Arafah juga dianggap sebagai bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT menjelang Hari Raya Idul Adha.

Hadits tentang Keutamaan Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum puasa Arafah.

Berbeda dengan puasa Arafah yang memiliki hadis shahih dan populer, riwayat khusus mengenai keutamaan puasa Tarwiyah masih menjadi pembahasan di kalangan ulama. Beberapa hadis yang menyebut pahala besar puasa Tarwiyah dinilai lemah (dhaif).

Meski demikian, para ulama tetap membolehkan puasa Tarwiyah sebagai bagian dari amalan sunnah di awal bulan Dzulhijjah, karena termasuk dalam cakupan anjuran memperbanyak amal saleh pada hari-hari tersebut.

Baca juga: Jangan Sampai Terlewat! Ini Jadwal Puasa Arafah dan Tarwiyah 2026 Lengkap dengan Keutamaannya

Hadits tentang Amalan di Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah

Keutamaan beribadah pada awal Dzulhijjah dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari:

“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini.”
(HR Bukhari)

Hadis tersebut merujuk pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, termasuk puasa Tarwiyah dan Arafah. Umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah seperti puasa sunnah, sedekah, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak takbir dan doa.

Mengapa Puasa Arafah Sangat Dianjurkan?

Puasa Arafah memiliki nilai spiritual yang tinggi karena bertepatan dengan pelaksanaan wukuf di Arafah, yang menjadi puncak ibadah haji.

Bagi umat Islam yang tidak berhaji, puasa Arafah menjadi cara untuk ikut merasakan suasana ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain penghapusan dosa, puasa ini juga melatih kesabaran, pengendalian diri, dan meningkatkan rasa syukur menjelang Idul Adha.

Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah

Niat Puasa Tarwiyah

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'ala.”

Niat Puasa Arafah

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'ala.”

Waktu Pelaksanaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Puasa Tarwiyah dilakukan pada 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul Adha.

Penetapan tanggal biasanya mengikuti hasil sidang isbat pemerintah dan pemantauan hilal oleh Kementerian Agama RI.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hadits

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU