Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 19:30 WIB

8 atau 20 Rakaat? Ini Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih

Author

Ilustrasi jamaah salat. (Freepik/rawpixel.com) (Mufida)

SULTRA - Niat salat tarawih menjadi bagian penting sebelum melaksanakan ibadah sunnah yang hanya ada di bulan Ramadhan ini. Meski hukumnya sunnah muakkad, pelaksanaannya sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar. Agar ibadah semakin khusyuk, penting memahami bacaan niat, jumlah rakaat, tata cara, hingga waktu pelaksanaannya berdasarkan dalil dan pendapat ulama.

Salat tarawih dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadhan, biasanya secara berjamaah di masjid, namun juga sah dilakukan sendiri di rumah. Waktu pelaksanaan salat tarawih dimulai setelah salat Isya hingga sebelum terbit fajar. Umumnya dikerjakan setelah salat Isya berjamaah di masjid.

Salat tarawih memiliki keutamaan besar karena menjadi bagian dari qiyam Ramadhan. Ibadah ini melatih kekhusyukan, kesabaran, serta memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an di bulan suci.

Baca juga: Niat Puasa Ramadhan yang Benar, Ini Penjelasannya

Bacaan Niat Salat Tarawih Arab, Latin, dan Artinya

Pada dasarnya, niat tempatnya di dalam hati. Melafalkan niat membantu menghadirkan kesadaran sebelum salat. Berikut bacaan niat salat tarawih secara umum:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
Saya niat salat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Salat tarawih dikerjakan dua rakaat dua rakaat dengan salam di setiap dua rakaat. Bagi yang menjadi imam, niatnya sedikit berbeda karena menyertakan posisi sebagai imam.

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘ataini imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
Saya niat salat sunnah tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.

Penambahan kata “imāman” menunjukkan bahwa ia memimpin jamaah dalam salat. Sementara bagi makmum, niatnya juga disesuaikan dengan peran dalam jamaah.

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘ataini ma’mūman lillāhi ta‘ālā.

Baca juga: Lengkap 28 Hari! Jadwal Imsakiyah dan Waktu Salat di Sultra Februari 2026 untuk Panduan Puasa Ramadhan

Artinya:
Saya niat salat sunnah tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Meski demikian, sebagian ulama berpendapat bahwa penyebutan imam atau makmum dalam niat tidak wajib, karena yang terpenting adalah kesadaran dalam hati.

Niat Salat Tarawih Sendiri di Rumah

Salat tarawih tetap sah jika dikerjakan sendiri di rumah. Niatnya sama seperti niat umum tanpa tambahan imam atau makmum.

Tulisan Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Artinya tetap sama, yaitu niat melaksanakan salat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala. Dalam kondisi tertentu, seperti sakit atau alasan syar’i lainnya, salat tarawih di rumah justru lebih utama jika menjaga kemaslahatan.

Jumlah Rakaat Salat Tarawih (8 atau 20?)

Perbedaan jumlah rakaat tarawih sering menjadi perbincangan. Sebagian umat Islam melaksanakan 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir, sementara sebagian lainnya melaksanakan 20 rakaat ditambah witir.

Riwayat dari Aisyah RA dalam hadis sahih Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambah dari 11 rakaat (termasuk witir) pada salat malam, baik di Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Ini menjadi dasar pelaksanaan 8 rakaat tarawih.

Sementara praktik 20 rakaat merujuk pada kebijakan Khalifah Umar bin Khattab RA yang mengumpulkan kaum Muslimin untuk salat tarawih berjamaah sebanyak 20 rakaat. Praktik ini kemudian diikuti oleh mayoritas ulama mazhab Syafi’i, Hanafi, dan Hanbali. Perbedaan ini bersifat ijtihadiyah, sehingga keduanya memiliki dasar dan tetap sah dilakukan.

Tata Cara Pelaksanaan Salat Tarawih

Salat tarawih dikerjakan dua rakaat dua rakaat dengan satu salam setiap dua rakaat. Tata caranya sama seperti salat sunnah pada umumnya, dimulai dengan takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surat pendek, rukuk, sujud, hingga salam.

Setelah selesai tarawih, biasanya dilanjutkan dengan salat witir sebagai penutup salat malam. Witir dapat dikerjakan tiga rakaat, baik dengan dua salam maupun satu salam dengan tasyahud akhir saja.

Dalil tentang anjuran salat tarawih terdapat dalam hadis Nabi SAW:
“Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan (tarawih) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hadits

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU