SULTRA - Siapa sangka seorang wakil menteri bisa ikut-ikutan tren budaya lokal dan viral di media sosial? Itulah yang terjadi saat Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengunjungi Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara, Rabu (23/7/2025).
Dalam unggahan video pribadinya yang langsung menyedot perhatian warganet, Bima Arya tampil berbeda. Mengenakan pakaian adat khas Buteng, Dolomani berwarna hitam, ia menaiki perahu dan menirukan gaya pacu jalur, tradisi mendayung perahu cepat yang kini menjelma jadi tren simbolik untuk semangat percepatan pembangunan.
Baca juga: Remisi untuk 31 Anak Binaan, LPKA Kendari Tegaskan Komitmen terhadap Hak Anak
“Jauh-jauh pacu jalur untuk membuka jalur ekspor,” ujar Bima Arya dalam video berdurasi 49 detik yang direkam saat menuju lumbung lobster lokal di kawasan pesisir Buteng. Ucapannya disambut antusiasme warga yang hadir maupun netizen yang menonton dari layar ponsel mereka.
Penampilan sang Wamendagri makin lengkap karena berduet gaya dengan Bupati Buteng, Azhari, yang juga mengenakan busana adat serupa. Keduanya seolah mengarungi arus pembangunan dengan gerakan serempak, simbol kolaborasi pusat dan daerah yang jarang terlihat sejenak namun kuat maknanya.
Baca juga: HUT Buton Tengah akan Dimeriahkan Haddad Alwi dan Ustaz Buya Arrazy Hasyim
Tak sekadar untuk konten, kehadiran Bima Arya di Buton Tengah membawa pesan penting: potensi besar yang dimiliki daerah ini di sektor perikanan, kelautan, dan pariwisata perlu dikawal dengan kerja sama yang solid.
“Buteng ini punya kekayaan luar biasa. Kalau dikelola dengan kompak dan berkelanjutan, ia bisa menjadi motor ekonomi lokal yang bergerak cepat, seperti pacu jalur itu sendiri,” kata Bima Arya saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-11 Kabupaten Buton Tengah sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara.
Baca juga: Pemkot Kendari Matangkan Strategi Penanganan Anak Jalanan dan Gepeng secara Terpadu
Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak bisa jalan sendiri tanpa irama yang selaras dengan kebijakan pusat. Dalam kunjungannya, Bima Arya menggambarkan bahwa Buteng kini berada di jalur strategis pembangunan nasional—bukan hanya secara geografis, tapi juga dalam semangat.
Joget, perahu, dan pakaian adat barangkali bukan protokol resmi kementerian. Tapi di tangan pemimpin yang peka, hal-hal simbolik itu bisa menjadi medium komunikasi paling tulus antara negara dan rakyatnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram