Simak jadwal dan kuota SPMB Sultra 2026. (Freepik/ijeab) (Mufida)
SULTRA - Perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara mulai bersiap menghadapi proses penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026. Informasi mengenai jadwal dan kuota SPMB Sultra 2026 kini menjadi salah satu pencarian yang meningkat di kalangan siswa SMA sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan ke kampus negeri maupun swasta di wilayah Sultra.
Sejumlah kampus besar seperti Universitas Halu Oleo (UHO), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, hingga perguruan tinggi vokasi mulai membuka tahapan seleksi secara bertahap melalui jalur nasional maupun mandiri. Calon pendaftar disarankan mulai menyiapkan dokumen dan memahami jadwal penting agar tidak tertinggal tahapan seleksi.
Baca juga: Peserta SNBT Merapat! Berikut Daya Tampung Jurusan di Universitas Halu Oleo
Secara umum, proses Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2026 di Sulawesi Tenggara terbagi dalam beberapa jalur, yakni jalur prestasi, jalur tes nasional, dan seleksi mandiri kampus.
Berikut gambaran jadwal yang mulai diberlakukan di sejumlah perguruan tinggi:
Jalur ini diperuntukkan bagi siswa dengan nilai rapor dan prestasi akademik yang konsisten.
Seleksi dilakukan melalui ujian nasional berbasis komputer.
Setelah jalur nasional selesai, kampus di Sultra biasanya membuka seleksi mandiri. Di Universitas Halu Oleo, misalnya, jalur mandiri berbasis UTBK dibuka mulai Mei hingga Juni 2026. Ujian dilakukan secara komputerisasi dan hasil diumumkan pada akhir Juni.
Baca juga: Seleksi Mandiri Universitas Halu Oleo 2026 Resmi Dibuka, Catat Jadwal dan Syarat Pentingnya
Setiap perguruan tinggi memiliki pembagian kuota berbeda, namun secara umum pemerintah mengatur proporsi minimal jalur masuk perguruan tinggi negeri.
Jalur prestasi atau SNBP biasanya mendapatkan kuota minimal 20 persen dari total daya tampung program studi. Jalur ini menitikberatkan pada konsistensi nilai rapor serta prestasi siswa selama sekolah. Program studi favorit seperti Kedokteran, Farmasi, Teknik, dan Ilmu Komunikasi umumnya memiliki persaingan lebih ketat karena jumlah peminat jauh lebih tinggi dibanding kuota tersedia.
Jalur SNBT biasanya memperoleh kuota sekitar 40 persen atau lebih, tergantung kebijakan kampus.
Sementara jalur mandiri menjadi opsi terakhir bagi calon mahasiswa yang belum lolos seleksi nasional. Meski begitu, persaingan tetap ketat karena banyak peserta dari luar daerah juga ikut mendaftar ke kampus di Sulawesi Tenggara.
Agar proses pendaftaran berjalan lancar, calon mahasiswa perlu menyiapkan sejumlah dokumen penting sejak awal. Berikut dokumen umum yang biasanya diminta:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Sultra