Senin, 08 JUNI 2026 • 16:20 WIB

Bukan Kendari, Inilah Kota Terluas di Sultra yang Menyimpan Benteng Terbesar di Dunia

Author

Ilustrasi pantai di daerah pesisir. (Freepik/lifeforstock) (Mufida)

SULTRA - Banyak orang mengira Kendari sebagai daerah dengan cakupan wilayah terbesar karena statusnya sebagai ibu kota provinsi. Namun, ternyata kota terluas di Sultra adalah Kota Baubau. Berdasarkan data administrasi terbaru, luas wilayah Baubau mencapai sekitar 294 kilometer persegi, lebih besar dibandingkan dengan Kota Kendari yang memiliki luas sekitar 266 hingga 301 kilometer persegi menurut berbagai sumber resmi.

Selain unggul dari sisi luas wilayah, Baubau juga dikenal sebagai gerbang Pulau Buton yang menyimpan sejarah Kesultanan Buton, benteng terluas di dunia, serta beragam potensi wisata dan ekonomi yang terus berkembang.

Baca juga: Peluang Ekspor dan Kesejahteraan Petani dari Sektor Perkebunan di Bau-Bau

Profil Kota Baubau, Kota Terluas di Sulawesi Tenggara

Kota Baubau merupakan salah satu dari dua kota di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kota ini resmi terbentuk melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2001 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Buton. Secara geografis, Baubau berada di Pulau Buton dan menjadi pusat perdagangan, jasa, pendidikan, serta transportasi di kawasan Kepulauan Buton.

Luas wilayah Kota Baubau tercatat sekitar 294 kilometer persegi dengan delapan kecamatan yang tersebar dari kawasan pesisir hingga perbukitan. Angka tersebut menjadikan Baubau sebagai kota dengan wilayah administratif paling luas di Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Bosan di Kamar? Kunjungi Tempat Wisata Malam Populer di Bau-bau

Rincian Luas Wilayah dan Perbandingannya dengan Kota Lain

Jika dibandingkan dengan kota lain di Sulawesi Tenggara, Baubau memiliki wilayah yang lebih luas. Baubau memiliki luas ±294 km² sedangkan Kendari memiliki luas ±266 km².

Data tersebut menunjukkan bahwa Baubau unggul dari sisi cakupan wilayah administratif. Meski jumlah penduduknya lebih sedikit dibanding Kendari, luas wilayah yang dimiliki memberikan ruang yang besar untuk pengembangan kawasan permukiman, pertanian, perkebunan, hingga sektor pariwisata.

Pembagian Administratif dan Kepadatan Penduduk

Kota Baubau terdiri atas delapan kecamatan, yaitu:

  1. Wolio
  2. Murhum
  3. Batupoaro
  4. Betoambari
  5. Sorawolio
  6. Lea-Lea
  7. Bungi
  8. Kokalukuna

Wilayah tersebut mencakup kawasan perkotaan, pesisir, hingga daerah perbukitan yang masih memiliki lahan cukup luas untuk pengembangan ekonomi dan infrastruktur.

Potensi Sumber Daya Alam dan Infrastruktur Kota

Luas wilayah yang dimiliki Baubau turut mendukung berbagai sektor ekonomi. Komoditas perkebunan seperti kakao, kelapa, kopi, cengkeh, jambu mete, dan lada menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat. Selain itu, sektor jasa dan pariwisata juga berkembang cukup pesat.

Baubau memiliki Bandara Betoambari yang melayani penerbangan domestik serta Pelabuhan Murhum yang menjadi salah satu jalur utama distribusi barang dan penumpang di kawasan Kepulauan Buton.

Destinasi Wisata Unggulan di Balik Luasnya Wilayah Baubau

Luas wilayah Baubau tidak hanya menghadirkan potensi ekonomi, tetapi juga menyimpan banyak destinasi wisata menarik.

Benteng Keraton Buton

Benteng Keraton Buton menjadi ikon utama Baubau. Benteng peninggalan Kesultanan Buton ini dikenal sebagai salah satu benteng terluas di dunia dan menjadi daya tarik wisata sejarah yang mendunia.

Pantai Nirwana

Pantai ini terkenal dengan pasir putih dan air laut yang jernih. Lokasinya yang tidak jauh dari pusat kota membuat Pantai Nirwana menjadi destinasi favorit wisatawan.

Batu Sori dan Pantai Lakeba

Kedua lokasi ini menawarkan panorama laut yang indah serta menjadi spot favorit menikmati matahari terbenam.

Kamali Beach

Kawasan ini menjadi pusat aktivitas masyarakat saat sore hingga malam hari. Landmark naga di tepi pantai menjadi salah satu objek foto yang paling sering dicari wisatawan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU